Mohon tunggu...
David Abdullah
David Abdullah Mohon Tunggu... Lainnya - —

Best in Opinion Kompasiana Awards 2021 | Kata, data, fakta

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Termasuk Hilangnya "Epic Comeback", Ini 5 Dampak Format Baru Liga Champions

13 Agustus 2020   16:06 Diperbarui: 15 Agustus 2020   00:51 1514
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Perubahan format dari dua leg menjadi satu leg pada musim 2019/20 akan sangat berdampak baik pada jalannya laga maupun peluang munculnya juara baru. Berikut lima dampak yang mungkin terjadi:

#1 Hilangnya epic comeback

Liga Champions seringkali menampilkan drama hingga detik-detik akhir pertandingan. Tim yang memiliki keunggulan agregat gol di leg pertama tidak bisa begitu saja bernapas lega di leg kedua.

Sebut saja aksi remontada Barcelona pada edisi 2016/17. Di leg pertama PSG berhasil mencukur Barcelona dengan skor telak 4-0. Lalu keajaiban terjadi di Camp Nou. Barca sukses membalikkan agregat dengan kemenangan 6-1 di leg kedua. 

Begitu pula comeback dramatis Liverpool kontra Barcelona pada musim 2018/19. Kala itu, Liverpool harus mengakui superioritas Barcelona dengan skor 0-3 di Camp Nou. Tak dinyana, skuad asuhan Jurgen Klopp mampu bangkit di leg kedua dan membayar lunas defisit gol dengan skor 4-0 di Stadion Anfield.

Penerapan sistem satu leg pada laga-laga tersisa akan turut menghilangkan epic comeback sebagai ciri khas dramatis Liga Champions.

Aksi heroik yang ditunjukkan oleh Sergi Roberto di masa injury time dan gol dramatis Divock Origi guna membalikkan agregat tidak akan pernah kita jumpai di Liga Champions musim 2019/20.

#2 Tensi tinggi pertandingan

Dengan format baru yang digunakan saat ini, semua tim yang tersisa akan tampil habis-habisan agar bisa melaju ke partai selanjutnya.

Semua tim akan tampil all out dan menggebarak sejak pluit kick off dibunyikan karena tidak adanya laga penebusan dosa pada leg kedua.

Klub dengan tradisi juara seperti Barcelona dan Bayern Munchen patut waspada karena tim-tim semenjana tidak akan menyerah begitu saja.

Tim-tim underdog akan tampil trengginas. Tidak adanya target juara akan membuat mereka tampil tanpa beban. Meski akhirnya tidak juara, kelolosan mereka di perempat final adalah pencapaian yang luar biasa. 

#3 Berkurangnya jumlah gol

Seiring ditetapkannya format baru dengan hanya satu leg, otomatis produktivitas gol pun akan turut berkurang karena setiap tim hanya akan bermain dalam satu pertandingan di setiap babak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun