Mohon tunggu...
Gracia AngelitaSuryawan
Gracia AngelitaSuryawan Mohon Tunggu... Lainnya - seorang mahasiswa yang belajar menulis

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.” ― Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Selisik Batik Laweyan Surakarta

18 Mei 2020   12:20 Diperbarui: 19 Mei 2020   15:21 460
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Seiring berjalannya waktu, para abdi dalem dibantu oleh istrinya dalam proses pembuatan batik yang dilakukan di rumah mereka masing-masing.

Maka dari itu lambat laun produksi batik keraton dapat tersebar di sekitar keraton yakni di daerah Kauman. Secara turun-menurun masyarakat mewarisi cara pembuatan batik tersebut.

Tak hanya di Kauman, di Laweyan pun juga konon memproduksi batik dari tahun  1546 M yang telah beroperasi dari zaman kerajaan Pajang.

Batik Laweyan dan Kauman memiliki citra dan keunikannya sendiri. Perbedaannya yakni, pada Batik laweyan lebih berwarna sedangkan Batik Kauman lebih menekankan motif klasiknya.

Sejak abad ke-19, Laweyan sudah menjadi ikon batik Solo dan disana pula merupakan daerah pengusaha batik.

Pada tahun 1912, Haji Samanhudi yang merupakan anggota dari serikat dagang islam yang dikenal dengan SDI mengimbangi para pedangan dari China dan Eropa.

Dengan itu di Laweyan memiliki 250 motif batik yang telah dipatenkan dengan menghadirkan warna yang lebih cerah dan tidak terikat dengan motif klasik keraton.

Perkembangan batik tak berhenti sampai begitu saja. Pada era sekaarng pun batik selalu naik daun dengan motif-motif barunya dan tetap dicintai masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Solo.

Sumber Pribadi : Gracia Angelita , Universitas Kristen Petra
Sumber Pribadi : Gracia Angelita , Universitas Kristen Petra

Potensi Batik Laweyan 

Siapa yang tak kenal dengan batik ? Diera yang maju ini, nama batik mulai melejit lagi. Tak hanya melejit, namun batik telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya khas Solo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun