Mohon tunggu...
Gatot Tri
Gatot Tri Mohon Tunggu... Administrasi - Swasta

life through a lens.. Saya menulis tentang tenis, arsitektur, worklife, sosial, dll termasuk musik dan film.

Selanjutnya

Tutup

Nature Artikel Utama

Apa yang Sudah Kita Lakukan untuk Hari Bumi 2019?

22 April 2019   13:22 Diperbarui: 22 April 2019   14:52 538
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bila kita membuka daftar spesies dalam kategori "Extinct" atau telah punah sama sekali di Bumi, kita akan melihat beberapa spesies yaitu Christmas Island Pipistrelle atau Pipistrelle Pulau Christmas (Pipistrellus murrayi) yang termasuk dalam kategori mamalia.

Foto sejumlah spesies yang telah punah (sumber: IUCN)
Foto sejumlah spesies yang telah punah (sumber: IUCN)
Di kategori reptil, tercantum spesies Navassa Rhinoceros Iguana (Cyclura onchiopsis) dan Floreana Giant Tortoise atau Kura-kura Raksasa Floreana (Chelonidis niger). Daftar tersebut juga memuat Golden Toad atau Katak Emas (Incilius periglenes) di kategori amfibi, dan spesies ikan dari Meksiko yang bernama Parras Characodon (Characodon garmani).

Di kategori tanaman, daftar IUCN Red list memuat spesies bunga anggrek dengan nama latin Oeceoclades seychellarum. Anggrek tersebut hanya terdapat di pulau Mahe di negara kepulauan Republik Seychelles yang letaknya di lepas pantai Afrika Timur.

Kompas.com pada bulan Januari 2019 lalu pernah mengulas tentang sejumlah spesies hewan di Bumi yang punah dan terancam punah selama tahun 2018 saja. Artikel tersebut cukup menggugah hati.

Menurut artikel tersebut, spesies yang mendekati kepunahan antara lain burung Macaw Spix (Cyanopsitta spixii) yang pernah digambarkan dalam film "Rio". Burung ini juga pernah muncul dalam aplikasi games "Angry Bird". Burung berwarna biru terang ini dikonfirmasi sudah punah di alam liar pada September 2018 lalu. Menurut para ahli, salah satu penyebab kepunahannya karena deforestasi.

Spesies badak putih (Ceratotherium simum cottoni) diinformasikan sudah diambang kepunahan setelah satu-satunya badak jantan mati. Kini hanya ada dua ekor badak putih betina di Konservasi Ol Pejeta, Kenya.

Sudan, demikian nama badak putih jantan terakhir itu, disuntik mati pada 20 Maret 2018 lalu karena memiliki berbagai komplikasi penyakit. Usia badak putih jantan itu ketika disuntik mati sudah 45 tahun. Dua badak betina yang masih hidup itu adalah anaknya dan cucunya. (sumber: BBC.com)

Selain menginformasikan kabar buruk, artikel tersebut juga menginformasikan kabar baik. Pada November 2017 lalu, para ahli menemukan spesies orangutan baru di Sumatra Utara yang disebut dengan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Tetapi tetap saja ada kabar buruk yang menyertainya, yaitu habitat mereka di perbukitan Batang Toru kini terancam pembangunan industri dan pertanian.

Rusaknya habitat sejumlah spesies binatang dan tumbuhan membuat kelestarian hidup mereka terancam. Deforestasi yang masif, penambangan ilegal, perburuan liar merupakan aktivitas manusia yang mengancam keberlangsungan hidup spesies-spesies tersebut.

Sejumlah kegiatan di Hari Bumi 2019
Kathleen Rogers, Presiden EDN, mengatakan kepada VOA bahwa berita baiknya adalah bahwa laju kepunahan (spesies) masih dapat diperlambat, dan banyak dari spesies yang menurun, terancam dan hampir punah masih dapat pulih jika kita bekerja bersama sekarang untuk membangun gerakan global bersatu dari para konsumen, pemilih, pendidik, pemuka agama dan ilmuwan untuk menuntut tindakan segera.

Menurut saya tidak ada upaya besar tanpa upaya kecil/langkah awal. Di skala internasional dan regional, sejumlah program perlindungan satwa telah dilakukan di berbagai belahan dunia. Misalnya upaya perlindungan terhadap hiu kepala palu (hammerhead sharks) di kepulauan Galapagos di perairan Ekuador; upaya perlindungan badak di Afrika Selatan; juga upaya pelestarian penyu laut di kepulauan Anambas di Propinsi Riau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun