Mohon tunggu...
Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Wayang | Ketika Sarpakenaka Jatuh Cinta

18 Agustus 2018   21:32 Diperbarui: 18 Agustus 2018   21:40 1722
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : wayang.wordpress.com

Sarpakenaka benar-benar telah beralih rupa menjadi perempuan cantik yang sempurna. 

Usai mengubah diri, Sarpakenakan segera menemui Rama yang bersandar lelap-lelap ayam pada batang pohon. Dengan suara merdu mendayu-dayu raseksi yang menyamar itu beruluk salam.

"Duhai, ksatria tampan rupawan. Maukah Kakanda menikahi diriku?" tanpa basa-basi Sarpakenaka menawarkan diri. Sontak Rama membuka mata lebar-lebar. Setengah terkejut suami Dewi Shinta itu bergumam,"Duh, Dewa Bhatara Agung. Bidadari mana yang engkau biarkan tersesat di dalam hutan gung liwang liwung seperti ini?"

Untunglah kemudian Rama bisa menguasai diri. Ia menepis segala kekaguman. Ia teringat Dewi Shinta.

"Maafkan saya duhai juwita nan elok jelita. Saya bukanlah lelaki lajang. Saya sudah beristri. Dan saya telah berjanji kepada diri saya sendiri untuk menjadi suami yang setia. Jika Adinda juwita tidak keberatan, temui adik saya, Laksmana. Dia belum menikah. Barangkali dia bersedia menerima diri Adinda sebagai pendamping."

Kebetulan saat itu Laksmana sudah berhasil menyusul Rama. Ia berdiri tidak jauh dari pohon di mana kakaknya sedang bersandar dan bercakap-cakap dengan Sarpakenaka. Ia juga mendengar perbincangan mereka.

"Apakah Kakanda membicarakan diriku?" Laksmana mendekat. 

"Benar, adikku," Rama tersenyum. Sarpakenaka yang tengah berdiri menghadap Rama menoleh. Ia terperangah. Terkagum-kagum pada sosok pemuda yang baru saja tiba--yang memiliki wajah tidak kalah menawan dari Rama.

"Oh, inikah Laksmana itu? Duhai ksatria tampan rupawan, terimalah cintaku!" Sarpakenaka menggeruduk maju seraya merentangkan kedua tangan.

Merasa aneh dengan kelakuan perempuan ayu di hadapannya, Laksmana refleks memiringkan tubuh ke arah samping. Menghindari Sarpakenaka yang tampak amat bernafsu ingin memeluknya.

Gubraaaak!!!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun