Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Saat Anak Mengambil Alih Peran Orangtua dalam Menanggung Biaya Keluarga

25 Mei 2020   14:25 Diperbarui: 25 Mei 2020   15:30 840
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak mengatur keuangan keluarga (Sumber: SHUTTERSTOCK)

Menurut, Arnold kulkas itu menjadi penyumbang terbesar dari biaya listrik sebulan. Bahkan biayanya meningkat dua kali lipat dari biaya sewaktu mereka belum mempunyai kulkas.

Jawaban dari Arnold, seorang ayah dari tiga anak ini cukup menarik. Menurutnya, walaupun biaya listrik meningkat, bukan dia lagi yang membayar biaya listrik. Itu sudah menjadi tanggung jawab anak-anak mereka yang sudah bekerja. 

Lanjutnya lagi, kulkas itu pun ada karena inisiatif ketiga anak mereka. Kebetulan ketiga anak mereka sudah bekerja dan masih tinggal serumah dengan mereka.

Jawaban ini membahasakan hasil perjuangan Arnold sebagai orangtua. Hasil perjuangan itu menyata lewat kesediaan anak-anak yang mulai menggantikan peran orangtua.

Kebersamaan orangtua dengan anak saat masih kecil (Sumber foto: Pexel.com)
Kebersamaan orangtua dengan anak saat masih kecil (Sumber foto: Pexel.com)
Dalam konteks budaya tertentu, anak mesti menyiapkan diri untuk menggantikan peran orangtua. Tuntutan dan tanggung jawab budaya yang biasa dijalankan orangtua kelak akan menjadi peran yang dimainkan oleh seorang anak.

Dalam budaya Manggarai, ada tanggung jawab adat yang mesti dipenuhi oleh pihak tertentu, terlebih khusus tuntutan dari pihak ibu. 

Setiap kali ada permintaan dari keluarga ibu saya, orangtua saya kerap berupaya untuk memenuhinya. Suka atau tidak, ini adalah tuntutan adat yang sudah tergaris dari generasi ke generasi.

Tuntutan adat ini mesti menjadi tanggung jawab pihak-pihak tertentu dalam sebuah komunitas keluarga. Tanggung jawab adat ini ditentukan dalam jumlah uang. Jumlah uangnya bergantung pada kesepakatan yang diatur dalam upacara adat tertentu.

Persoalannya, saat orangtua tidak mempunyai penopang ekonomi lain. Hanya berharap pada gaji bulanan. Tuntutan ini kian berat saat tuntutan itu datang bersamaan dengan situasi orangtua harus membiayai uang sekolah.

Menghindari tuntutan adat berarti memisahkan diri dari komunitas. Sementara itu, mengabaikan biaya pendidikan berarti tidak bertanggung jawab pada pendidikan anak.

Memang, tuntutan adat ini tidak tercatat dalam jadwal tertentu. Tetapi kadang kala tuntutan adat ini terjadi selama belasan kali dalam setahun. Tidak jarang terjadi, hal itu terjadi tiga-empat kali sebulan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun