Mohon tunggu...
Doddy Salman
Doddy Salman Mohon Tunggu... Dosen - pembaca yang masih belajar menulis

manusia sederhana yang selalu mencari pencerahan di tengah perjuangan

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Mengapa Masyarakat Amerika Mencintai Trump?

5 November 2020   09:45 Diperbarui: 5 November 2020   21:21 3011
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Wawancara singkat BBC tersebut dilakukan ditahun 2016 ketika Trump sedang kampanye untuk masuk dalam kandidat presiden Amerika. Empat tahun kemudian dukungan untuk Trump agar kembali menjadi presiden Amerika tetap kuat.

Membuat Amerika kembali berjaya tetap menjadi mantra yang dipercaya para pendukungnya. Reformasi pajak, pembuatan dinding pembatas, kebijakan tentang kedutaan besar Israel adalah keputusan Trump yang didukung penuh pemilihnya.

Selama Obama berkuasa 8 tahun gengsi Amerika jatuh. Kehormatan sebagai negara nomer satu di dunia runtuh. Semua kejayaan akan kembali diraih jika Amerika bangkit bersama Trump.

Negara bagian Virgina mungkin menjadi contoh ekstrim kefanatikan dukungan terhadap Trump. Negara bagian ini 539 ribu lebih suara atau 68,7% diberikan kepada Trump. 


Padahal negara bagian ini bukan negara bagian penting untuk kampanye. Negara bagian ini adalah negara bagian yang penduduknya termiskin di Amerika. Penduduknya banyak yang membutuhkan lapangan pekerjaan dan itu hanya dapat terjadi jika Amerika berjaya lagi. Itulah sebabnya mereka mendukung Trump.

Ketika Hillary Clinton ditanyakan tentang tambang batu bara yang ada di Amerika dengan tegas Hillary menolak pemanfaatan energy batu bara dan akan menutupnya. Sementara Trump dengan cerdik menyatakan akan membuka tambang batu bara (yang ditutup) dan membuka lapangan pekerjaan.

Kenyataanya industri batubara dunia terus mengalami penurunan. Ekspor batubara Amerika jatuh 69% pertahun. Negara terbesar di dunia yang menggunakan batubara sebagai energi adalah Tiongkok yang selama kepemimpinan Trump dianggap sebagai musuh dagang.

(sumber: Global Times)
(sumber: Global Times)
Tak dapat disangkal sumber utama kekuatan Trump menyihir warga Amerika adalah politik identitas. Politik identitas adalah istilah yang menggambarkan politik didasarkan pada agama, suku bangsa, latar belakang sosial, klas dan lainnya untuk secara eksklusif membantu dan mendukung kepentingan golongan/kelompoknya.

Dalam kasus Trump kelompok yang didukungnya adalah etnis kulit putih Amerika. Etnis inilah yang selama 8 tahun sebelumnya tersingkirkan dan hidup "dalam neraka". Mereka disisihkan oleh kulit hitam, etnis asia, hispanik dan semua kaum imigran.

Mereka harus membayar pajak, uang yang mereka peroleh dengan kerja keras, demi kehidupan kaum miskin pinggiran kulit hitam.Kaum kulit putih merasa dirugikan dengan kebijakan Obama yang cenderung pro kulit hitam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun