Mohon tunggu...
charles dm
charles dm Mohon Tunggu... Freelancer - charlesemanueldm@gmail.com

Verba volant, scripta manent!

Selanjutnya

Tutup

Raket Artikel Utama

Carolina Marin dan Greysia Polii, Menyaput Lara di Impact Arena

19 Januari 2021   15:37 Diperbarui: 19 Januari 2021   16:33 783
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Greysia Polii berbicara usai laga sambil terisak. Usai pukulan terakhir menghasilkan poin kemenangan atas Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, pemain 33 tahun ini tak kuasa membendung air mata.

Ternyata kemenangan itu menjadi tonggak sejarah dalam kariernya bersama Apriyani Rayahu, tetapi juga bagi bulutangkis Indonesia. Itulah gelar pertama mereka di level Super1000, sekaligus menjadi pasangan ganda putri Indonesia pertama yang berjaya di turnamen level atas itu.

Greysia dan Apriyani di podium juara Thailand Open 2021;twitter.com/BadmintonTalk 
Greysia dan Apriyani di podium juara Thailand Open 2021;twitter.com/BadmintonTalk 

Bagi pemain senior itu, gelar tersebut menjadi titik kulminasi dari perjuangan panjang selama ini. Sepanjang lebih dari 17 tahun berkarier, berganti-ganti pasangan, hingga kini, saat harus berjuang di tengah masalah keluarga yang pelik.

Pemain 33 tahun itu terbang ke Bangkok dengan hati nelangsa. Rasa sedih atas kematian kakak laki-lakinya belum tersaput. Rickettsia yang sudah dianggap seperti ayah, pergi sehari setelah ia menikah pada 23 Desember 2020. Pria itu hadir dan menemaninya sejak balita. Membuat kerinduan akan sosok ayah biologis selalu terpenuhi.

"Dia sudah melihat saya sebagai juara berkali-kali. Sangat menyakitkan... dia menunggu sampai pernikahanku, dan kemudian dia pergi. Jadi rasanya, wow, dia ingin melihat yang terbaik dalam diri saya, dia menunggu yang terbaik."

Sepeninggal sang kakak, keluarganya masih harus berjuang menghadapi periode sulit berikutnya. Beberapa anggota keluarganya didiagnosis Covid-19. Sementara sang suami yang terpaksa ditinggal tak lama setelah menikah Felix Djimin harus mengambil peran.

Sejak pertandingan pertama, nyaris tak terlihat sisa-sisa kesedihan membekas di wajahnya. Tak ada guratan khawatir yang ia pancarkan di lapangan. Yang terlihat adalah perjuangan keras, determinasi, dan kepercayaan diri untuk meriah kemenangan demi kemenangan.

Ekpresi Greysia Polii usai memastikan gelar juraa, sedih dan haru yang tak terhindarkan/https://twitter.com/bwfmedia
Ekpresi Greysia Polii usai memastikan gelar juraa, sedih dan haru yang tak terhindarkan/https://twitter.com/bwfmedia

Di babak semi final, Greysia dan Apriyani harus berjuang ekstra keras. Tidak mudah bagi mereka untuk mengandaskan pasangan Korea yang lebih diunggulkan, Lee So Hee dan Shin Seung Chan.

Usai pertarungan melelahkan itu, keduanya masih harus menghadapi pasangan tuan rumah di laga pamungkas. Rupanya, semangat yang tak pernah padam, konsistensi dan kepercayaan diri yang tetap dijaga lekat-lekat membuat mereka bisa dengan mudah mengatasi harapan tuan rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun