Perairan sekitar di Pelabuhan Panggulubelo ini sangat bening hingga bisa melihat dasar laut. Pagi itu juga sedang diadakan Sholat Id di pelataran Pelabuhan Panggulubelo ini, jadi suasana sangat ramai, ehm lebih tepatnya suasana sangat ramai yang berdatangan ke Pelabuhan Panggulubelo, tetapi sepi yang meninggalkan pelabuhan.
Setelah berwisata ria selama beberapa hari di Wakatobi, sayapun akan kembali ke Kendari. Berdasarkan jadwal kapal kala April 2023, Kapal PELNI Jetliner ini berangkat dari Wanci ke Kendari setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu jam 8 pagi WITA. Jadi, saya merencanakan untuk berangkat dari Wanci ke Kendari pada Kamis, 27 April 2023. Dikarenakan cuti bersama libur Idul Fitri yang ditetapkan pemerintah adalah sampai tanggal 25 April 2023, dan karyawan-karyawan masuk kerja mulai tanggal 26 April, jadi Kapal PELNI Jetliner tanggal 25 April itu terjual ludes sebab arus mudik pasca lebaran yang membludak.
Oleh karena itu, pada tanggal 26 April siang, sayapun memutuskan untuk membeli tiket kapal ke agen resmi di Wanci yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Panggulubelo. Proses pembelian tiketnya juga cepat, hanya sekitar 5 menit setelah menunjukkan KTP dan no hp. Untuk tiket kapal Jetliner Wanci-Kendari, keberangkatan tanggal 27 April 2023, harganya adalah Rp86.000.
Pada tanggal 27 April, saya sudah tiba di Pelabuhan Panggulubelo pada sekitar jam 7.30 pagi. Suasana sangat ramai di pelabuhan ini. Banyak orang memadati ruang tunggu, semua kursi sudah penuh, bahkan untuk berdiri juga sudah padat sekali.
Sekitar jam 7.50 WITA, calon penumpang baru dipersilahkan turun ke dalam kapal, sedikit berdesakan karena banyaknya orang dan barang, tetapi masih cukup tertib. Saya sendiri baru memasuki kapal pada sekitar jam 8.23 WITA. Sejauh mata memandang, kapal sudah terisi hampir penuh. Sayapun mencoba untuk mencari tempat duduk sesuai nomor pada tiket kapalku.
Tetapi, saya kesulitan menemukan, dan agak bingung dengan urutan nomor kursi di dalam kapal ini. Seorang penumpang pun menyapaku, "gak usah cari sesuai nomor, duduk aja mana yang kosong." Sayapun menyahut, "Oh gitu ya, bang." Lalu, saya memutuskan untuk langsung duduk di kursi depan abang ini yang pas masih kosong.
Saya juga memantau masih banyak penumpang yang masuk ke kapal setelah saya. Selama sejam saya menunggu dalam kapal yang masih berlabuh di Pelabuhan Panggulubelo ini sampai akhirnya berangkat. Sebab banyaknya penumpang, saya jadi harus bertahan dengan posisi duduk di kursi sepanjang perjalanan ini.