Manajemen keuangan sangat penting bagi anak kos karena mereka harus mengatur keuangan mereka sendiri, baik itu untuk kebutuhan sehari-hari, biaya sewa, makanan, transportasi, dan kebutuhan lainnya.Â
Sudah menjadi masalah umum kalau anak kost kerap kali mengalami kesulitan keuangan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti contohnya kiriman uang yang macet, adanya pengeluaran mendadak yang tidak direncanakan, tidak pernah menabung dan melakukan investasi atau memiliki gaya hidup yang boros dan tidak disiplin.
Berikut adalah beberapa peranan manajemen keuangan pada anak kos:
1. Pengaturan anggaran:
Anggaran keuangan sendiri merupakan rencana penggunaan uang pada periode waktu tertentu. Biasanya, anggaran keuangan disusun dalam satuan waktu bulanan dan akan sangat ideal jika disusun pada awal bulan berjalan. Hal pertama yang harus kamu data adalah dari mana saja sumber uang kamu dalam sebulan.Â
Seperti misalnya uang saku dari orangtua, uang tambahan dari beasiswa, hingga hasil kerja sampingan atau dari bisnis usaha sampingan.
Semua pemasukan tersebut kamu catat dan susun. Manajemen keuangan membantu anak kos dalam mengatur anggaran mereka agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tetap menabung untuk kebutuhan masa depan.
2. Membuat rencana keuangan
Manajemen keuangan membantu anak kos dalam membuat rencana keuangan jangka pendek dan jangka panjang, seperti memperkirakan pengeluaran bulanan, mengalokasikan uang untuk investasi atau menabung. menyisihkan sedikit uang bulanan untuk ditabung. Usahakan untuk tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hingga nantinya menabung akan menjadi kebiasaan yang melekat hingga masa yang akan datang dan untuk kebutuhan mendesak.
3. Mengelola hutang
Anak kos seringkali harus bergantung pada pinjaman kepada untuk memenuhi kebutuhan mereka. Manajemen keuangan membantu mereka mengelola hutang mereka dan membayar hutang tepat waktu agar tidak terkena bunga dan denda.
4. Memilih produk keuangan yang tepat
 Anak kos harus pintar dalam memilih produk keuangan yang tepat seperti tabungan, deposito, atau investasi agar dapat mengoptimalkan keuntungan dan menghindari risiko kerugian.