Untuk menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak dalam pelajaran akidah akhlak, guru dapat menggunakan berbagai metode pengajaran yang efektif, di antaranya:
1. Teladan Langsung
Guru harus menjadi teladan langsung bagi murid-muridnya. Apa yang dilihat dan didengar dari guru akan sangat mempengaruhi perilaku dan cara berpikir anak-anak. Seperti kata pepatah, "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari."
2. Cerita dan Kisah Inspiratif
Menggunakan cerita dan kisah-kisah inspiratif dari Al-Qur'an, hadis, atau kehidupan para nabi dan sahabat sangat efektif untuk menyampaikan nilai-nilai akhlak. Para pendidik juga bisa menceritkan teladan dari para masyayikh atau kiyai-kiyai tokoh pesantren. Cerita-cerita ini dapat memudahkan anak-anak untuk memahami dan meneladani perilaku baik.
3. Diskusi dan Refleksi
Mengajak anak-anak berdiskusi dan merenung tentang perilaku sehari-hari mereka. Guru bisa menanyakan bagaimana seharusnya bersikap dalam situasi tertentu, dan apa akibatnya jika tidak bersikap baik. Diskusi semacam ini membantu anak-anak berpikir kritis dan introspektif.
4. Penghargaan dan Pujian
Memberikan penghargaan dan pujian kepada anak-anak ketika mereka menunjukkan perilaku yang baik. Hal ini memotivasi mereka untuk terus mempertahankan dan mengembangkan akhlak yang baik.
5. Pembiasaan
Membiasakan anak-anak dengan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan akhlak. Misalnya, membiasakan ucapan salam, tolong, terima kasih, dan maaf dalam keseharian mereka.
Bahaya Generasi yang Tidak Beradab
Kitab Tarbiyatul Aulad juga mengingatkan akan bahaya dari generasi yang tidak beradab. Jika anak-anak tidak dididik dengan nilai-nilai moral yang baik, mereka akan tumbuh dengan kelemahan dan kehancuran moral. Hal ini bisa membawa dampak buruk yang luas: