Pendahuluan
Sosialisme, sebagai sebuah ideologi ekonomi dan politik, telah diadopsi oleh berbagai negara dengan cara yang berbeda-beda. Dua contoh yang menonjol adalah Kuba dan Korea Utara. Kedua negara ini telah menerapkan sosialisme selama beberapa dekade, namun dengan pendekatan dan hasil yang berbeda. Artikel ini akan membahas penerapan sosialisme di Kuba dan Korea Utara, serta dampaknya terhadap ekonomi masing-masing negara.
Sosialisme di Kuba
Latar Belakang
Kuba menjadi negara sosialis setelah revolusi yang dipimpin oleh Fidel Castro pada tahun 1959. Sejak itu, Kuba mengadopsi sistem ekonomi yang menekankan pada kepemilikan negara atas alat-alat produksi, dengan tujuan utama mengurangi ketimpangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
Implementasi Kebijakan Ekonomi
- Kolektivisasi Pertanian: Tanah pertanian diambil alih oleh negara dan dioperasikan sebagai kolektif.
- Nasionalisasi Industri: Industri-industri utama seperti minyak, telekomunikasi, dan pertambangan dinasionalisasi.
- Subsidi Sosial: Pendidikan dan kesehatan disediakan secara gratis bagi seluruh warga.
Dampak Ekonomi
Kebijakan ini berhasil meningkatkan tingkat melek huruf dan harapan hidup, namun juga menyebabkan ekonomi yang stagnan. Ketergantungan pada bantuan Soviet hingga tahun 1991 dan blokade ekonomi oleh Amerika Serikat memperparah kondisi ekonomi Kuba, yang mengakibatkan kelangkaan barang dan penurunan standar hidup.
Sosialisme di Korea Utara