Mohon tunggu...
hafsah zalfa Rafifah
hafsah zalfa Rafifah Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa ( 23107030096 ) ilmu komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Di antara aku,kamu dan senja,kita menuliskan kenagan indah yang berlaku selamanya

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Tragedi Keracunan Ikan Buntal: Pelajaran Berharga tentang Bahaya yang Mengintai di Meja Makan

7 Maret 2024   14:18 Diperbarui: 7 Maret 2024   14:28 421
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar Instagram Folkshitt

Sebuah kisah tragis terjadi di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, yang menorehkan kesedihan mendalam bagi seorang suami dan ayah yang kehilangan istri dan kedua buah hatinya, akibat keracunan mematikan dari telur ikan buntal.

Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa, 5 Maret, sekitar pukul 11.00 WIT. Lenny Latuperissa (28), seorang ibu muda, bersama dengan putrinya Keisya Berhitu (5) dan Chrismen Berhitu (2) menjadi korban yang tak terelakkan dari kesalahan yang tidak disengaja.

Telur ikan buntal, yang seharusnya menjadi santapan sehat, berubah menjadi racun mematikan bagi keluarga itu. Suami yang baik hati, tanpa menyadari bahayanya, telah menggoreng telur ikan buntal untuk istri dan anak-anaknya pada malam sebelumnya.

Namun, apa yang seharusnya menjadi hidangan yang mengenyangkan, berubah menjadi mimpi buruk bagi keluarga itu. Saat Lenny bersama kedua anaknya memakan telur ikan buntal itu sebelum pergi ke sungai, mereka tidak menyadari bahaya yang mengintai di setiap suapannya.

Pukul 08.50 WIT, keluarga itu berangkat ke sungai, namun nasib berkata lain. Kondisi kesehatan mereka mulai merosot, menandakan bahaya yang mengancam kehidupan mereka. Putra mereka yang tinggal di rumah juga tidak luput dari gejala yang sama.

Saat mereka akhirnya dibawa pulang oleh warga, sudah terlambat. Kehidupan yang indah telah terhenti begitu saja, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Kisah tragis ini mengingatkan kita akan bahaya yang mungkin tersembunyi di dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Telur ikan buntal, meskipun menggoda dengan rasa yang lezat, menyimpan racun yang mematikan. Ini merupakan peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap apa yang kita makan, terutama di dunia yang penuh dengan ancaman racun dan zat berbahaya.

Seiring dengan tragedi ini, penting bagi kita untuk memahami fakta-fakta tentang ikan buntal dan bahaya yang terkait dengannya. Berikut Fakta Tentang Ikan Buntal yang Perlu Anda Ketahui:

1. Racun Mematikan:

 Tetrodotoksin, racun yang terkandung dalam ikan buntal, merupakan ancaman serius bagi sistem saraf manusia. Bahkan, racun ini lebih mematikan daripada sianida. Ikan buntal dapat mengeluarkan racun dalam hatinya yang cukup untuk menewaskan puluhan orang dewasa.

2. Bertumbuh Besar:

 Ikan buntal dapat tumbuh hingga mencapai ukuran yang mencengangkan, bahkan lebih besar dari sebagian bayi buaya. Meskipun demikian, ada juga ikan buntal yang kecil dan dapat ditemukan di berbagai perairan.

3. Kemampuan Menggembung:

Ikan buntal menggembungkan diri sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator. Dengan cara ini, mereka mempertahankan diri dari serangan yang mengancam.

4. Bisa Dikonsumsi dengan Risiko: 

Meskipun beracun, ikan buntal menjadi hidangan lezat di Jepang. Namun, pengolahan ikan buntal menjadi hidangan yang aman membutuhkan keterampilan khusus dan pengalaman yang tinggi.

5. Gejala Keracunan yang Mematikan:

 Tahap-tahap gejala keracunan ikan buntal merangkum beragam dampak yang dapat dirasakan oleh tubuh manusia, memberikan gambaran mendalam tentang kompleksitas pengaruh racun tersebut. 

Dimulai dengan sensasi mati rasa yang muncul perlahan di sekitar mulut, tahap awal keracunan ini sering disertai dengan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Meskipun gejala ini bisa dianggap sebagai ketidaknyamanan sementara, namun tahap-tahap selanjutnya menyoroti seriusnya situasi.

Yang membuat gejala ini semakin mengkhawatirkan adalah pergeserannya dari gangguan pencernaan dan mati rasa ke tahap-tahap yang lebih serius, melibatkan organ-organ vital seperti sistem pernapasan dan sirkulasi. 

Pada titik ini, tubuh berjuang untuk mempertahankan fungsi dasarnya, tetapi racun yang menyebar dengan cepat dapat menyebabkan lumpuhnya organ-organ utama. Pernapasan menjadi sulit, jantung berdetak tidak teratur, dan tekanan darah merosot tajam.

Kegagalan sistem pernapasan dan sirkulasi adalah klimaks dari keracunan ikan buntal yang parah, menempatkan individu tersebut di ambang kematian. Setiap detik menjadi kritis, dan kesempatan untuk bertahan semakin menipis. 

Tindakan medis segera dan tepat sangat penting pada tahap ini, dengan dokter dan tenaga medis harus bergerak cepat untuk memperlambat penyebaran racun, memulihkan fungsi organ yang terpengaruh, dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk pulih.


Pelajaran dari Tragedi Telur Ikan Buntal


Peristiwa tragis di Negeri Haria menjadi pengingat bagi kita semua akan bahaya yang mungkin tersembunyi dalam makanan sehari-hari. Bahkan makanan yang biasa kita konsumsi bisa menjadi ancaman serius jika tidak dipersiapkan dengan hati-hati.

Telur ikan buntal yang seharusnya menjadi hidangan yang lezat, berubah menjadi bencana bagi keluarga ini. Kehilangan nyawa seorang ibu dan dua anaknya merupakan pengingat bahwa pentingnya kesadaran akan bahan makanan yang dikonsumsi, terutama yang mengandung racun mematikan seperti ikan buntal.

Mari bersama-sama mengambil pelajaran dari tragedi ini, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Keselamatan dan kehati-hatian harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aspek kehidupan kita, termasuk dalam memilih dan mengolah makanan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun