Ketika masa lalu menjadi masa kini.
Baju zirah maha karya pandai besi, tersimpan rapi di museum-museum sejarah yang sejak dulu sepi.
Sepuluh pedang panjang, sebelas pucuk senapan tanpa gagang, duapuluh butir peluru tajam dan sembilan belas kantong berisi bubuk mesiu. Kembali memenuhi ruang-ruang kosong gudang yang telah lama berdebu.
Ketika masa kini adalah masa depan
saatnya mengambil banyak pelajaran, dari peristiwa-peristiwa yang menimbulkan derita. Tak perlu bertempur mempertaruhkan hati juga jiwa, demi sebuah dusta.
Tak terhitung angka pengorbanan dalam perjuangan, agar masa depan memiliki kesempatan untuk berfikir. Perjuangan bukanlah meraih kemenangan, tapi mencari cara agar pertempuran segera berakhir.
Ketika masa depan adalah...
Tak seorangpun dari mereka menyusun rencana, merakit kata dan merekat makna. Mengukir pasrah, lembaran-lembaran sejarah.
Tak ada nama-nama di pemakaman. Pun tak lagi ada yang peduli, mereka korban atau pahlawan.
Curup, 10.11.2019
zaldychan
Hari Pahlawan
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI