Kau lirik jam di tangan kirimu. Kau ajukan padaku. Lima menit lagi jam sembilan. Kuanggukkan kepala. Tersenyum. Tapi kau tidak. Kau menatapku.
"Mas..."
"Apa?"
"Gak Jadi...!"
Aku tertawa. Kau tundukkan kepala. Kuraih rokok dan korek di atas meja. Aku berdiri. Kau mengerti, juga berdiri. Perlahan aku melangkah menuju pagar. Kau di sisiku. Menyentuh lengan kiriku.
"Nik dijemput, kan?"
"Ke kampung Amak?"
"Iya!"
"Pasti Mas jemput! Kan, musti izin ibu kost?"
"Jam berapa?"
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!