Malam semakin larut. Desir angin menambah dinginnya malam. Suara jangkrik di luar sana. Menambah malam semakin terasa temaram.
Ku sandarkan tubuh lelahku. Di atas kasur lusuhku. Ku coba memejamkan mataku. Sulit rasaku.
Ku mengingat-ingat apa yang ku alami. Tak semudah yang dibayangkan orang. Ya, kata mereka enak menjadi aku ini. Tak tahu mereka betapa beratnya yang ku lalui.
Ku dengarkan suara dzikir malam. Ku ikuti lantunan suara itu. Ku merasakan damai yang mendalam. Tatkala bibir ini melafalkan dzikir itu.
Tiba-tiba ku melihat sosok yang ku rindukan. Ya, perempuan itu. Yang telah dua tahun meninggalkanku. Keharibaan Sang Maha Abadi.
Ku yakinkan itu dia. Ku pegang tangannya. Terlihat cantik wajahnya. Wajahnya teduh.
Ku coba menceritakan apa yang ku alami. Ya, dia hanya diam. Tak berapa lama dia bangkit. Dan menghilang dalam malam.
Ku buka mata. Aku yakin dengan yang ku alami. Ketika tadi ku coba menghentikan kepergiannya. Aku sadar, beliau sudah tiada.
Untuk ibu. Doaku selalu untukmu. Berjuta sayang juga untukmu. Semoga dilapangkan kuburmu. Aamiin.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI