Pada kesekian kalinya waktu mengasingkan aku
Di sana,di sini berkutat menciumi jengkalnya
Seperti liur terjungkal di lidah permukiman;aku tergoda kemewahan
Mata itu angin;tak berisyarat namun haqqul yakin
Aku hanya perlu setenggak telaga surge
Walaupun kematian tak harus jadi jalan
Oh tuhan...
Pengasingan terus-terusan lantunkan petaka sepi
Hingga hilir merubah arah spekulasi
Arus mencipta kenangan kurus
Surabaya 06 Mei 2015
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!