Mohon tunggu...
Yusep Hendarsyah
Yusep Hendarsyah Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Kompasianer, Blogger, Bapak Dua Anak

Si Papi dari Duo KYH, sangat menyukai Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Tukang Pijat dan Manfaatnya untuk Bayi

1 Desember 2016   09:12 Diperbarui: 1 Desember 2016   10:20 339
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Memiliki anak yang masih kecil dibawah lima tahun memang perlu ekstra keras menjaganya.Aktivitas fisik yang berlebih seolah menjadi keriangan tersendiri.Adakalanya mereka seperti tak pernah kehabisan energi dan membuat para orang tua menjadi senang dan bangga karena anaknya sehat selalu.Para bapak dan ibu adakalanya merasa sedih ketika mendapatkan anak kesayangannya diam,letih lesu apalagi kalau disertai panas dan diselingi tangis yang keras dan lama tak mau berhenti. Apa yang harus dilakukan? 

Ada dua alternatif bagi orang tua untuk mengembalikan keceriaan anak anak mereka diantaranya segera pergi ke klinik,puskesmas atau ke rumah sakit di mana dokter anak langganan berpraktik. Ada pula orang tua yang membawa anaknya ke jasa pemijat bayi baik yang sudah dikenalnya maupun direferensikan oleh tetangga,sanak saudara sekitar. Bagaimana dengan saya? Seorang Bapak, kepala keluarga yang dititipkan Tuhan dua orang anak yang masih balita? Berikut pengalaman yang bisa kami berikan dalam memilih alternatif jasa pemijat bayi.

1.Mbah Slamet adalah satu tukang pijat bayi pilihan keluarga kecil kami. Asli Jawa Tulen dan kini berusia 106 tahun. Sudah beberapa kali Mbah Slamet sakit-sakitan karena usia tuanya itu namun karena kebermanfaatannya lebih besar alhamdulillah beliau berangsur sehat dan dua bayi kami Kanda dan Kayama tetap bisa dipegangnya .Karena keterbatasan Waktu dan jarak yang jauh dari rumah kami, mengunjungi beliau hanya sesekali ketika kami mampir ke rumah saudara.

[caption caption="Keceriaan #KYH1ketika dipijat oleh Praktisi Pemijat Bayi/dokpri"][/caption]

2.Mak Min, salah satu tukang pijat bayi langganan anak adalah orang pertama kali yang kami panggil apa bila dua buah hati kami kurang sehat.Indikasinya adalah badan hangat,sedikit batuk dan hidung meler. Ketika mereka dilahirkan dan setelah proses aqiqahan sesuai syariat, rambut mereka pun dipotong oleh Mak Min ink.Ajaib anak semerah itu tidak menangis seperti anteng dan damai saja. Berulang moment kami abadikan untuk menambah koleksi foto mereka. Bagaimana ini bisa terjadi?

Mak Min, bukan sembarang tukang pijat bayi, bukan sembarang menjalankan ritual ritual yang jauh dari ajaran agama. Puasa senin kamis rutin dijalankan.Sejauh apapun dia melangkah menuju pasiennya selama adzan berkumandang dia akan menyempatkan pulang untuk melaksanakan sholat fardhu.Bukan sekali saja saya harus menunggu ketika subuh baru bergulir saya harus menjemputnya untuk ke rumah. Kalau tak dijemput cepat sudah barang tentu kami akan keduluan oleh orang lain. Mak Min juga lah yang mengajari saya bapak dua anak ini memandikan anak anak. Alhasil anak saya pun ada yang kecetit atau salah urat pas saya baru memandikan bayi pertamakalinya. Mak Min lah ya membetulkannya. Kenapa tidak di bawa ke dokter anak?

Kami sebenarnya memiliki dokter anak, sejak mereka dikandung dan dilahirkan. Dari pengalaman saya dan teman lainnya rata rata dokter akan menyarankan untuk tidak membawa anak ke dokter bila mereka panas.Adakalanya ada sakit yang tidak disebabkan oleh medis semisal anak jatuh terjengkang, kepala terantuk meja atau keseleo ketika dimandikan.Akan ada perubahan suhu tubuh ke anak yang menyebabkan anak akan demam. Dokter bisa saja memberikan obat panas  namun bila penyebab utamanya tidak diketahui panas akan terus berlanjut. Begitulah pengalaman kami terhadap tukang pijat bayi.Karena jasa mereka anak anak kami bisa ceria kembali.Bahkan secara praktik mereka lebih dahulu bisa meyakinkan kepada kami tentang kondisi anak kami di masa akan datang. Semisal anak pertama kami lambat dalam berbicara,Mbah Selamat serta merta akan memegang leher anak kami lalu berkata "sekarang urat bicaranya masih keras, nanti juga akan seperti beo, ngoceh aka kerjanya". Benar saja kini anak kami setelah melewati usia 3 tahun sudah lancar bicaranya. Begitupun dengan adiknya ketika dipegang kakinya Mbah Slamet akan bilang "Ini mah jalannya lebih cepat dibandingkan kakaknya". Belum genap setahun anak itupun lancar jalannya.

Ada sebagian orang yang seringkali mempertanyakan keahlian para pemijat bayi dan diantaranya ada yang menanyakan "pakai mantra-mantra gak"?. Memang ada beberapa yang memakai mantra dan ini pernah kami temui dan sempat memegang istri saya dikandungah anak pertama. Ritual -ritual istilahnya kejawen bercampur agama turut dipraktekannya. Bagi kami tak ada masalah, karena tak ada hubungannya dengan aqidah kami.Wong cuma ngurus pegel2 saja. 

Nah berikut ada tips para orang tua yang menginginkan jasa para pemijat bayi agar sesuai dengan hati dan tentu saja keuangan keluarga.

1.Pilih paraji (istilah dukun bayi) yang dekat dengan rumah bapak ibu semua. Ini dikarenakan mudah dipanggil dan bisa kapanpun dibutuhkan.

2.ada dukun bayi yang meminta syarat macam macam yang tidak sesuai ajaran agama, untuk ini bapak ibu bisa bijak menyikapinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun