Apakah sobat Kompasiana pernah mendengar istilah pengobatan fasdhu sebelumnya? ini adalah ulasan saya mengenai pengalaman pertama kali mencoba pengobatan fashdu.
Apa itu Fasdhu?
Fashdu adalah salah satu pengobatan ala nabi yang kini mulai populer di kalangan masyarakat. Teknik pengobatan fashdu ini sangat sederhana yaitu dengan cara menusukkan jarum ke pembuluh darah vena, kemudian darah dibiarkan mengucur ke wadah yang sudah terapis sediakan. Misalnya mangkuk atau plastik.
Selain jarum steril dan juga tempat menampung darah kotor yang keluar, terapis juga menyiapkan kapas, alkohol, bandage/ perekat untuk menempelkan jarum ke tangan.
Meskipun kelihatannya cukup sederhana tapi untuk memberanikan diri mencoba pertama kali butuh nyali yang luar biasa besar, karena sudah dapat dibayangkan seramnya darah keluar dari pembuluh darah kita. Sakit pula jarum yang ditusukkan. Pokoknya Udah kebayang yang yang aneh-aneh lah gitu ya. Hehehe….
Bismillah akhirnya bulan Mei lalu, saya pun memberanikan diri untuk mencoba fashdu bersama beberapa rekan saya. Sebetulnya saya sudah terbiasa bekam tapi rasanya memberanikan diri untuk mencoba fashdu butuh kekuatan yang besarrrrr…
“Ketika saya melihat teman-teman semua mencoba untuk di Fasdhu, saya pun akhirnya kepincut ikutan juga.”
Perbedaan Fasdhu dan Bekam
Ustadz yang menterapi bilang bahwa kalau bekam itu yang dikeluarkan adalah darah tua atau darah yang sudah lama, melalui pembuluh kapiler atau permukaan kulit. Sedangkan kalau fashdu yang yang dikeluarkan adalah darah kotor melalui pembuluh darah vena.
Kejadian yang dialami ketika fasdhu
Ternyata sakitnya cuma saat terapis menusukan jarum pertama kali, semacam digigit semut aja. Pokoknya merem aja lah gitu ya jangan dibayangin kalau memang tidak berani lihat jarum dan darah.
Beberapa kejadian yang saya ingat betul antara lain:
1. Ada kawan saya saat di fashdu tiba-tiba darahnya berhenti tidak mau keluar. Setelah ditunggu beberapa saat akhirnya darah bisa keluar dengan lancar.
2. Ada kawan yang saat di fasdhu itu susah sekali darahnya menetes. Lamaaaa betullll, begitu darahnya menetes secepatnya juga menggumpal seperti jelly (di dalam wadah untuk menampung).
3. Ada juga yang cukup lancar, termasuk saya, tapi banyak minyaknya di dalam darahnya.Mengandung kolesterol atau lemak darah.
4. Perbedaan warna darah yang sangat mencolok, pada tahap awal darah biasanya berwarna kehitaman, kemudian berubah merah.
Nah itu kejadian yang saya lihat saat saya dan beberapa rekan di fasdhu.
Warna dan kondisi darah menandakan peredaran darah di dalam tubuh. Jika saat di fasdhu darah sulit keluar atau tidak lancar itu berarti sistem peredaan darah di tubuh tidak lancar. Namun, jika darah yang keluar cukup lancar, berarti, peredaran darah di tubuh cukup baik.
Kurang olahraga dan kurang gerak dapat menjadi penyebab aliran darah kurang lancar. Selain itu, faktor makanan juga sangat berpengaruh.
Pokoknya gak bisa dibohongin deh, kalau kita sering makan gak sehat seperti gorengan, santan,lemak, maka isi darah kita yang dikeluarkan juga mengandung minyak.
Masya Allah ya kekuasaan Allah.
Darah yang keluar bisa berbeda-beda. Kebetulan saya tengah mengalami kolesterol tinggi waktu itu, sampai kepala pusing sekali, terus tengkuk sakit sekali, badan pegal, nggak enak banget di badan. Saya sempat mengecek kolesterol saya ke lab. Shock ternyata mencapai hampir 240!Bayangkan itu sudah melebihi batas normal. Yasalamm…
Saya mencoba fasdhu untuk meredakan kolesterol saya, dan Masya Allah ya…darah saya warnanya hitam awal-awal. Terus merah dan itu isinya banyak minyaknya. Benar-benar kelihatan seperti gimana ya, kalau minyak dan air disatuin itu akan terpisah gitu, nggak akan bersatu. Kalau kita tekan di atas plastiknya kita akan kihat gelembung-gelembung. Gelembung-gelembungnya adalah minyak.
Masya Allah, bayangkan jika itu tidak dikeluarkan dari tubuh. Bakal menumpuk dan jadi toksin!
Lalu ada lagi , yaitu terdapat angin dari dalam tubuh saya. Jadi beberapa hari kebelakang memang perut sering kembung/ gas atau asam lambungnya lagi tinggi. Nah itu kelihatan jadi di darah banyak uapnya. Banyak anginnya.
Qodarullah, Masya Allah! keajaiban metode pengobatan ala nabi Ini luar biasa….Jadi setelah di fasdhu itu selang beberapa menit lah, bisa dihitung. Belasan menit atau 30 menit, badan tuh langsung kerasa enak banget! enteng banget! Masya Allah.
Jangan takut kehilangan darah banyak ya, karena yang diambil kan cuman beberapa cc aja. Sedikit kok. Setelah di fashdu itu benar-benar efeknya mantap, luar biasa.
Fasdhu Mirip dengan Donor Darah
Menurut dokter Zaidul Akbar, fashdu itu mirip dengan donor darah sebenarnya. Fashdu sendiri tidak disarankan untuk dilakukan terlalu sering. Mungkin bisa setahun sekali atau setahun dua kali.
Kalau mau kita bisa bisa melakukan donor darah rutin, selain bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkan kita juga akan jauh lebih sehat, karena darah kita peredaran darahnya lancar.
Hanya saja, tidak semua kondisi orang dapat melakukan donor darah. Misalnya yang berat badan kurang, atau yang tensi rendah itu biasanya ditolak oleh petugas donor.
Tapi kalau fasdhu bisa dilakukan untuk semua orang. Kecuali anak-anak, karena dapat menimbulkan trauma.
Fasdhu sangat bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki keluhan-keluhan penyakit yang terkait misalnya dengan darah semacam kolesterol tinggi, pengentalan darah, atau strooke.
Namun, dokter Zaidul Akbar lebih menyarankan untuk bekam saja sudah cukup per bulan! Kalau bekam ada hadistnya untuk berbekam setiap bulan. Jadi tergantung ke orang masing-masing deh…mau fasdhu silahkan, bekam silahkan, donor darah juga boleh. Ketiganya memberikan efek sehat untuk badan.
Positif Hamil Setelah Fasdhu
Pengalaman teman saya malah lebih amazing lagi setelah di fashdu. Beliau langsung positif hamil beberapa minggu berselang setelah fasdhu. Alhamdulillah….Ya mungkin banyak faktor juga sih bukan karena fasdhu saja, tapi beliau juga memang menerapkan pola hidup sehat.
Untuk tarif fashdu, Ustadz atau terapisnya tidak memberikan atau mematok tarif tertentu. Berapa saja seikhlasnya kita. Berikanlah Infak sepantasnya untuk jasanya.
Apakah sobat Kompasiana berani mencobanya?Jangan lupa taruh komentar sobat jika sudah pernah mencoba atau ingin mencoba terapi fashdu ini.
Terima kasih.
Salam sehat, salam Kompasiana.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI