Mohon tunggu...
Yuli Anita
Yuli Anita Mohon Tunggu... Guru - Guru

Jangan pernah berhenti untuk belajar

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Artikel Utama

Belajar "Persamaan Garis Lurus Matematika" Melalui Simulasi Kebocoran Pipa Air

10 Mei 2021   13:26 Diperbarui: 12 Mei 2021   10:48 911
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Waduh, bocor lagi...

Di antara kita tentu pernah menjumpai kebocoran air baik di jalan maupun di rumah sendiri. Pipa air yang bocor, menutup kran kurang sempurna atau tidak rapat menutup sumbat bak mandi. 

Kadang kebocoran itu dibiarkan sampai beberapa hari karena dianggap tidak mengganggu atau mungkin sudah dilaporkan ke instansi yang berwenang tapi tidak segera ditanggapi.

Saat pipa PDAM di rumah saya bocor ada tetangga yang berkomentar, "Ah, tenang saja Mbak, di jalan-jalan itu bocornya tambah besar..." 

Setiap kebocoran pasti akan menimbulkan kerugian. Tidak bijak rasanya jika kebocoran tidak segera ditanggapi karena kita anggap volumenya kecil. Karena sesuatu yang besar juga bermula dari yang kecil.

Tentang Air

72% permukaan bumi kita terdiri atas air | Sumber gambar:IDNTimes
72% permukaan bumi kita terdiri atas air | Sumber gambar:IDNTimes

Bumi satu-satunya tempat tinggal yang kita cintai ini 72 persennya terdiri atas air. Dari 72 persen ini, 97 persennya adalah air laut, berarti hanya ada 3 persen merupakan air tawar. Jumlah yang sedikit ini juga belum termasuk 2 persen yang mengendap sebagai gletser dan membeku di bawah laut.

Jadi sebenarnya dari seluruh air yang ada di muka bumi, cuma ada 1 persen air yang bisa kita pakai untuk keperluan sehari-hari.

Ketersediaan air di bumi sangat bergantung pada banyaknya populasi. Semakin banyak manusia, semakin banyak juga air yang dibutuhkan, sedangkan sumber air bersih tidak bertambah sehingga mengakibatkan terjadinya krisis air bersih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun