Kritik terhadap cara berpikir konspirasi adalah dengan menerangkan bahwa manusia memiliki kapasitas rasional yang terbatas -bounded rationality, dan upaya mencari pangkal soal akan menghabiskan waktu, sebuah keistimewaan yang tidak kita miliki di situasi krisis global.
Kemanusiaan yang Digital
Perlu ditegaskan, kita berhadapan dengan pandemi yang dipicu oleh adanya wabah disebabkan virus, jasad renik tak kasat mata, hingga hari ini dunia masih dalam tekanan penularan.
Penyakit menular inu memaksa kita berubah, dan beradaptasi dengan model-model baru, sebuah kehidupan digitalisasi yang semakin dipercepat. Termasuk di bidang pendidikan dan ekonomi.
Globalisasi dan pertukaran barang serta jasa lajunya sedikit diperlambat, namun esensi bentuknya berubah melalui transaksi online. Begitu pula model pendidikan jarak jauh, menjadi sebuah kenyataan yang tidak terelakkan.
Dunia dibatasi dan berjarak, meski hakikatnya tetap berkumpul dan tidak terbatas di ranah maya. Apakah pandemi sebuah bisnis? Jelas pandemi menciptakan peluang orientasi bisnis baru.
Tetapi menyebut pandemi sebagai bisnis, seolah melupakan bila kita adalah makhluk etis yang sudah seharusnya menjaga kepentingan serta keselamatan nyawa manusia di atas segalanya.
Kematian adalah bidang ketakutan yang selalu diupayakan untuk dapat dihindari oleh manusia, pun begitu dalam pandemi, meski anggaran perang semua negara juga terus bertambah.Â
Pandemi mengubah cara pandang, negara tidak biaa tidak harus melindungi rakyatnya, dengan pengorbanan tertinggi. Kemanusiaan menjadi hal yang seakan dipertaruhkan dalam menangani wabah. Disitu titik pijak bertindak.
Filsafat Kedangkalan
Perubahan yang bersifat anomali merupakan indikasi krisis, dalam situasi krisis terdapat sifat dan karakteristik yang mengemuka, (i) surprise -keterkejutan (ii) threat -ancaman, (iii) limited time -waktu yang terbatas.