Mohon tunggu...
Yudhi Hertanto
Yudhi Hertanto Mohon Tunggu... Penulis - Simple, Cool and Calm just an Ordinary Man

Peminat Komunikasi, Politik dan Manajemen

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Infodemic, Histeria, dan Ketahanan Kesehatan

4 Maret 2020   15:58 Diperbarui: 5 Maret 2020   05:12 2606
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kepanikan, ketakutan bahkan kekhawatiran akan dampak virus corona, seharusnya tidak menghilangkan pokok hakikat yakni rasa kemanusiaan kita! | Sumber: Tribunnews/Irwan Rismawan

Panik! Ketakutan itu menular. Penularan kengerian, jauh lebih cepat terjadi, dibandingkan infeksi penyakit. Dunia telah menjadi jejaring informasi. Persebaran hoax berlangsung dalam waktu singkat. Secepat kilat.

Sesungguhnya, kematian adalah kepastian dari akhir kisah kehidupan manusia. Tidak dapat ditolak. Bahkan superhero sekelas Iron Man, juga bisa menjemput ajal di film fiksi Avengers: Endgame.

Persoalan yang utama adalah sejauh mana fokus antisipasi dan strategi yang telah dipersiapkan. Selain itu, dalam kasus pasien positif corona di Indonesia, distorsi informasi juga terjadi.

Mengenal Infodemic
Dalam paparan yang disampaikan Dicky Budiman, Praktisi dan Peneliti dari Griffith University Australia, pada acara yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Kebijakan dan Manajemen Kesehatan UGM, dengan tema: Apakah Virus Menjadi Ancaman Terbesar dari Global Health Security?

Temuan pandemi global, terangnya, tidak hanya terjadi pada kesempatan kali ini saja. Hal tersebut, sekurangnya sudah dimulai dari: SARS, flu burung, ebola, MERS, zika hingga Covid-19.

Tingkat perkembangan kasus yang sangat cepat, melibatkan populasi yang besar, tentu menjadi perhatian dunia. Terlebih, era modern menghadirkan pola interaksi internasional, melalui globalisasi.

Transportasi dan mekanisme lalu lintas manusia, terjadi secara bebas. Dengan begitu, persoalan ini menjadi pandemi global, sekaligus menjadi pekerjaan rumah bersama. Kolaborasi antar negara diperlukan.

Faktor lain yang menyebabkan kehebohan dunia, tentu juga sangat bergantung pada pola pertukaran informasi. Dunia digital dengan jejaring yang meluas kerap menciptakan misinformasi. 

Terjadi bias, kesalahan persepsi, hingga pada akhirnya membentuk kesimpulan keliru, merupakan sebuah tantangan lain di abad ini. 

Hal ini yang kemudian dikenal sebagai infodemic. Sebuah situasi yang disebabkan keberlimpahan informasi, hingga membuat kesulitan pengambilan keputusan. Bukan hanya itu, infodemic juga dapat membangun persepsi publik yang salah.

Perihal infodemic, kini menjadi sebuah bobot tambahan permasalahan baru yang tidak bisa dikesampingkan. Berperang melawan pandemi infeksi, sekaligus melawan manipulasi informasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun