Dalam beberapa pekan terakhir, pemberitaan soal masa depan Lionel Messi  cukup banyak muncul di media. Maklum, kontraknya di PSG akan berakhir, dan belum ada kejelasan akan diperpanjang atau tidak.
Sebenarnya, sudah ada kesepakatan verbal yang sempat muncul, tak lama setelah Messi juara Piala Dunia di Qatar. Masalahnya, itu belum sampai tahap resmi.
Belakangan, situasi menjadi lebih rumit, selain karena performa tim menurun, rasa tidak suka sebagian fans PSG terhadap La Pulga juga meningkat.
Apalagi, pemain kidal ini dinilai tak bisa berbuat banyak, saat Les Parisiens didepak Bayern Munich di Liga Champions. Padahal, kondisinya relatif bebas cedera.
Teka-teki soal masa depan sang Argentino di Paris pun jadi bola liar, karena PSG berencana memotong gaji sang bintang di kontrak baru demi menjaga neraca keuangan klub dari sanksi Financial Fair Play, dan muncul rumor lain soal masa depannya.
Mulai dari Al Hilal yang ingin memboyongnya ke Arab Saudi dengan paket gaji mewah, kabar ketertarikan Inter Miami (Amerika Serikat) yang kembali hidup, sampai wacana Barcelona untuk memulangkan sang legenda secara gratis.
Semua rumor yang ada, ditambah situasi yang berkembang, menjadikan teka-teki kelanjutan karier Si Kutu terlihat rumit. Apalagi, ia masih tampak bersemangat meraih trofi, meski sudah meraih Piala Dunia 2022.
Sebelumnya, banyak yang menyebut, inilah titik akhir kiprah Messi di level tertinggi, merujuk pada pernyataan bahwa mungkin Piala Dunia 2022 akan menjadi Piala Dunia terakhir.
Tapi, pernyataan itu belakangan diralatnya sendiri dengan keinginan untuk "lanjut bermain di Timnas Argentina sebagai seorang juara dunia". Karenanya, tak menutup kemungkinan, Leo masih akan tampil di Copa America 2024 bahkan Piala Dunia 2026, seperti yang juga diharapkan oleh Lionel Scaloni, pelatih Timnas Argentina.
Berangkat dari situ, akan sulit untuk melihat seorang Lionel Messi akan pindah keluar Eropa dalam waktu dekat. Apalagi, ia masih ingin bersaing di kompetisi level atas.