Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Kisah Negeri Penyinyir

5 September 2018   12:38 Diperbarui: 5 September 2018   12:52 278
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Pixabay.com

Ini kisah sebuah negeri
Dimana nyinyir itu wajib
Ia kadung mendarah daging
Bahkan sampai ke alam pikir

Penghuninya aneh bin ajaib
Tiada hari tanpa nyinyir
Yang baik kena nyinyir
Yang buruk apalagi

Bagi mereka nyinyir itu wajib
Hati nurani dibiarkan raib
Makin banyak korban makin baik
Makin kejam makin baik

Mereka kejam saat nyinyir
Tapi mudah tersakiti
Mereka kejam di bibir
Tapi hatinya begitu ringkih

Mereka pintar saat berdalih
Begitu juga saat berdalil
Bagi mereka semua mungkin
Selama bisa menutup aib

Negeri penyinyir jadi potret satir
Saat nurani dibiarkan raib
Manusia lepas kendali
Menanam nyinyir menuai aib

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun