Menariknya, keberadaan pemain-pemain naturalisasi di Tanah Air, justru menguntungkan bagi klub, dan para pemain itu sendiri. Karena, mereka bisa mendapat pemain lokal, dengan kualitas setara pemain asing, tanpa harus memikirkan sisa kuota pemain asing yang masih ada.Â
Dari celah ini juga, sebuah klub di Indonesia bisa membuat sebuah tim kuat, dengan mengandalkan pemain asing 'asli' dan para pemain naturalisasi.
Sedangkan, bagi para pemain, status naturalisasi ini memberi mereka keuntungan tersendiri. Khususnya, jika mereka bermain di liga-liga Asia.Â
Meski sebenarnya bukan berasal dari Asia, status WNI yang mereka punya, membuat mereka leluasa bermain di liga-liga Asia, dengan status "pemain asing dari benua Asia".Â
Kasus ini, misalnya terjadi pada Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo (keduanya sempat bermain di Liga Thailand), atau Irfan Bachdim (sempat bermain di Liga Thailand dan Liga Jepang).
Tak bisa dipungkiri, di satu sisi, keberadaaan pemain naturalisasi, memang bisa memberi manfaat teknis bagi sebuah tim. Tapi, keberadaan pemain naturalisasi juga menjadi peringatan; pembinaan pemain muda lokal harus segera digarap serius.Â
Jika tidak, naturalisasi pemain akan menjadi sebuah ketergantungan akut, yang akan semakin membatasi ruang berkembang, dan regenerasi pemain muda lokal.Â
Akibatnya, prestasi tim nasional akan terus menurun, tanpa bisa diperbaiki lagi.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H