Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Di Balik Nilai "Tidak Menarik"

29 April 2017   23:05 Diperbarui: 29 April 2017   23:20 241
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Diantara semua pilihan nilai, untuk tiap artikel yang 'mejeng' di Kompasiana, nilai "Tidak Menarik", adalah nilai, yang perannya cukup unik. Karena, nilai yang satu ini, mampu berperan, sebagai sarana evaluasi, bagi tiap Kompasianer, baik bagi si pemberi nilai, atau si penerima nilai. Supaya, kualitas tulisan mereka dapat semakin baik kedepannya.

Jika dilihat lagi, nilai yang satu ini, menjadi cara menyampaikan kritik yang paling aman dan damai. Cukup dengan mengkliknya sekali saja, kita sudah menyampaikan sebuah kritik, tanpa harus marah-marah, apalagi sampai mengeluarkan kata-kata tak pantas.

Bagi si penerima nilai, ini menjadi sebuah kritik, saran, sekaligus sarana belajar yang baik. Belajar, yang Saya maksud di sini, adalah belajar menemukan kekurangan dalam tulisan, menyadari, mengevaluasi, dan memperbaikinya, tanpa mengulanginya lagi, pada tulisan berikutnya.

Di sini, Kompasianer dididik, dengan dibentuk kesadaran dirinya, khususnya dalam hal tulis-menulis. Gaya 'penyadaran' ini, jelas paling efektif, bagi tiap penulis. Karena, penyadaran akan kesalahan yang dibuat sendiri, akanmemberi ruang lebih luas bagi tiap penulis, untuk dapat lebih mengembangkan dirinya secara kontinyu.

Di sisi lain, nilai "Tidak Menarik", juga mampu menggambarkan motivasi Kompasianer, dalam memberikan nilai tersebut terhadap suatu tulisan. Umumnya, motivasi Kompasianer, adalah untuk memberi masukan, atau kritik kepada si penulis artikel. Nilai ini, tentu tidak asal diberikan begitu saja, tanpa ada alasan yang kuat.

Tapi, nilai "Tidak Menarik" ini, berpotensi rawan menjadi 'alat', bagi Kompasianer, yang ingin artikelnya mendapat nilai tinggi, dan populer dalam sekejap. Potensi kerawanan ini sendiri muncul, karena, tiap nilai untuk artikel di Kompasiana mempunyai bobot setara. Caranya, mereka selalu memberi nilai "Tidak Menarik", pada tiap artikel yang dikliknya. Kompasioner, yang 'dihadiahi' nilai ini, akan penasaran, lalu melihat profil, dan tulisan si pemberi nilai ini. Jika tulisan mereka dianggap 'buruk', maka nilai "Tidak Menarik", akan balas disematkan.

Pada poin inilah, tujuan utama si pemburu nilai tercapai. Secara taktis, strategi ini sangat cerdik, tapi tidak bermoral. Karena, strategi ini menyerang langsung aspek psikologis, tapi, menanamkan budaya balas-membalas (reaksional), yang sifatnya merusak. Ini jelas bertentangan, dengan gaya 'penyadaran', yang sudah, dan masih terus dibudayakan, di Kompasiana.

Nilai "Tidak Menarik", mungkin terlihat buruk rupa di luar. Tapi, ia menjadi pengingat, untuk kita terus belajar. Supaya, apa yang kita tulis, dapat semakin baik ke depannya. Selain itu, ia juga mengajak kita, untuk tidak membalas hal buruk (nilai "Tidak Menarik"), dengan hal buruk (nilai "Tidak Menarik") juga. Karena, balas-membalas itu tak akan ada habisnya. Lagipula, melakukan sesuatu dengan tulus ikhlas, dengan didasari kesadaran diri, adalah hal yang amat menyenangkan. Bukan begitu?

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun