Mohon tunggu...
Lyfe Artikel Utama

14 Tahun AADC dan Tren Jeda Panjang Film Dunia

15 April 2016   00:53 Diperbarui: 15 April 2016   02:59 733
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kenapa? Karena bisa dipastikan jeda waktu yang panjang membuat para penggemar Star Wars sangat rindu dan akan sangat antusias menyambut ini. Digarap dengan baik oleh sutradara JJ Abrams, nostalgia dan dahaga para penonton berhasil dia penuhi. Walhasil, Star Wars Episode VII menjadi film ketiga terlaris sepanjang masa di dunia berada di bawah Avatar dan Titanic.

Selain Star Wars, film jotosan, Rocky Balboa juga memiliki sekuel anyar pada tahun 2015. Meski pada film terbaru sudah menghilangkan embel-embel nama Rocky pada judul, dan lebih memilih memakai judul Creed, tetap bisa dibilang sebagai kelanjutan film terdahulunya, Rocky Balboa yang rilis pada tahun 2006.

[caption caption="Creed menceritakan tentang karier seorang petinju anak dari legenda Apollo Creed | Sumber: periodicosic.com.ar"]

[/caption]Berbeda dengan pendahulunya, pada film Creed, ide cerita berfokus soal karier bertinju sang anak dari lawan pertama Rocky, Apollo Creed. Bedanya, Creed pada film ini tidak menghadapi si Italian Stallion, melainkan justru dilatih oleh Rocky yang sudah pensiun dari dunia tinju.

Memiliki plot cerita yang berbeda dan jeda tahun yang cukup panjang, ternyata film yang tidak dirilis di Indonesia tetap mendapatkan tanggapan positif dari pecinta Rocky Balboa, jika dilihat dari berbagai review yang ditulis di situs IMDB.

Bahkan, hanya dengan budget rendah, sekitar 35 juta dollar, Creed mampu menghasilkan total 109 juta dollar keuntungan dalam tiga bulan penayangannya. Jadi, terbukti jeda waktu yang panjang justru memberi keuntungan bagi sebuah sekuel film. Satu lagi film yang bisa ditunggu dengan memiliki jeda yang cukup lama adalah frenchise Indiana Jones. Indiana Jones yang bercerita tentang petualangan seseorang arkeolog bernama sama dengan judul film itu, terakhir dibuat pada tahun 2008 dengan judul, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull.

Film kolaborasi dari sutradara andal, Steven Spielberg dan aktor kawakan, Harisson Ford ini tak perlu diragukan lagi karena telah memiliki tempat tersendiri dihati para penggemar film di dunia. Jadi sudah dipastikan film ini dijamin memiliki pangsa pasar yang tinggi di dunia.

Akan tetapi, selain menjadi hal yang positif, pangsa pasar juga bisa menjadi hal yang negatif bagi para pembuat film. Oleh sebab itu, proyek Indiana Jones 5 yang kabarnya bakal dirilis pada tahun 2019 itu, tak mau berjudi dan tetap memakai Spielberg sebagai sutradaranya.

Namun, permasalahannya, setelah 11 tahun jeda dari film terakhir yang dibuat pada 2008 sudah cukup membuat usia seseorang kian menua. Jika dilihat, usia Spielberg yang kini 69 tahun dan andai mulai memproduksi Indiana Jones dua tahun mendatang sebenarnya tak terlalu berpengaruh lantaran dia berada di belakang kamera.

Yang jadi permasalahan adalah sosok Harisson Ford sebagai Indiana Jones. Ford saat ini berusia 73 tahun, usia yang cukup uzur untuk memerankan Indiana yang dalam frenchise ini kerap kali bergerak lincah atau bahkan berkelahi dengan lawannya.

[caption caption="Harisson Ford muda dan saat ini | Sumber: s-media-cache-ak0.pinimg.com"]

[/caption]Akibatnya, sempat muncul ide untuk mengganti Indiana Jones dari Ford ke orang lain. Tapi, hal ini ditentang oleh Spielberg yang menurutnya langkah tersebut sebagai hal yang tak masuk diakal.

"Saya tidak berpikir siapapun bisa menggantikan Harrison sebagai Indy. Saya tidak berpikir hal itu bisa terjadi," ungkap Spielberg seperti dikutip dari ScreenDaily. Ketakutan Spielberg enggan mengganti Ford memang beralasan. Meski sebenarnya bisa diantisipasi dengan mengurangi scene Ford dan menceritakan tentang penokohan baru pada film Indiana Jones 5 nanti, Spielberg kemungkinan tetap akan mempercayakan Ford sebagai tokoh utama pada film ini nantinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun