Mobil Murah kembali menjadi pembicaraan hangat  Kita tentu masih ingat dengan kebijakan mobil murah yang trend dengan istilah Low cost green car ( LCGC) seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/77/2013 tentang pengembangan produksi kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau.
Saat ini mobil murah sudah diproduksi besar –besaran dan kebanyakan untuk mobil pribadi. Menurut Chief GroupTreasuru and Investory Relation PT ASII, Iwan Hadiantoro mengatakan , sejak diluncurkan september 2013 , pesanan mobil murah sudah lebih dari 30 ribu unit dan pangsa pasar terbesar adalah JABODETABEK.
Masih terngiang dalam pikiran kita komentar atau tanggapan dari berbagai pihak perihal mobil murah. Saat itu Gubernur Jakarta, Jokowi mengatakan Mobil murah akan menambah kemacetan dan saat ini tidak perlu mobil murah tapi angkutan murah...Sang menteripun menganggap Pak Jokowi bersikap berlebihan soal mobil murah karena menurut pak menteri mobil murah diperuntukan bagi rakyat kecil dan mereka harus diberi kesempatan yang sama untuk merasakan dan memiliki mobil murah. Banyak pula pejabat pejabat lain yang menilai miring komentar Jokowi perihal  mobil murah tidak dibutuhkan namun membutuhkan angkutan murah
Seiring berjalannya waktu lambat laun mobil murah mulai terkuak apa yang disampaikan Jokowi soal angkutan murah bukan mobil murah secara tidak langsung dibenarkan Presiden. Seperti yang beliau sampaiakan dalam Rapat Kabinet paripurna tanggal 14 Nopember 2014
Menurut presiden Presiden instruksinya tentang mobil murah diperuntukan angkutan pedesaan yang ramah lingkungan namun kenyataannya mobil murah diproduksi justru untuk mobil pribadi. Presiden merasa keberadaan mobil murah sudah melenceng dari tujuan awal dan berharap para menteri bisa menjelaskan.
Menjadi sebuah pertanyan, bagaimana bisa kebijakan seorang menteri bertentangan dengan tujuan dan maksud atasanya? Perlu ditindalanjuti dengan pemeriksaan terhadap menteri ini perihal mobil murah.Semoga ini bukan karena pembangkangan dan bukan karena tidak adanya koordinasi yang baik antara atasan dan bawahan tapi lebih karena pemahaman konsep atasan yang tidak bisa diterima dengan baik oleh para menteri dalam implementasi.
Kalo tujuan awal Presiden membuat mobil murah untuk angkutan pedesaan sementara kebijakan sang menteri untuk mobil pribadi berarti presiden kita sedang dikibuli sang menteri..
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H