Kini kondisi seperti itu di tangan Shin Tae-yong sudah mulai berbeda. Mental pemain Timnas sudah mulai terbentuk.
Tak sampai di situ saja, sebelumnya Timnas Indonesia juga dikenal dengan memainkan bola-bola panjang saat melakoni pertandingan.
Ya, kelihatannya memang bisa mengancam gawang lawan, hanya saja realitanya pemain kita kalah dalam tinggi badan, sehingga umpan bola Panjang atau bola lambung dapat diantisipasi dengan baik.
Di bawah arahan Shin Tae-yong permainan Indonesia terlihat sangat rapi saat membangun serangan.
Permainan bola-bola Panjang sudah jarang terlihat, kini Skuat Garuda mulai memainkan permainan yang sedikit atraktif dengan memainkan bola-bola pendek.
BACA JUGA: Jika Permintaan Gaji Salah Ditolak, Ancaman Gabung Klub Rival Jadi Pilihan
BACA JUGA: 6 Klub yang Masih Pantas Diperkuat Robert Lewandowski
Pola permainan Timnas yang membaik mulai terlihat saat bermain di Piala AFF dan SEA Games kemarin dan juga dua pertandingan Kualifikasi Piala Asia kemarin.
Saat menang dengan skor 2-1 atas Kuwait, Indonesia benar-benar mampu bermain dengan mengesankan, padahal di atas kertas Kuwait masih lebih diunggulkan Tim Merah Putih.
Sama halnya saat takluk dari Jordania dengan skor 0-1, meski kalah namun permainan Indonesia tetap membuat tim lawan harus bekerja keras.
Sebenarnya fondasi permainan Indonesia yang membaik sudah terlihat saat masih ditangani oleh pelatih asal Spanyol, Luis Milla.
Sayangnya, karena tidaknya ada kesepakatan perihal negosiasi kontrak, Luis Milla saat itu hanya berkesempatan melatih Timnas Indonesia selama satu tahun saja.