Mohon tunggu...
Yoga Febrian Usman
Yoga Febrian Usman Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya memiliki kepribadian yang ramah dan mudah bergaul dengan orang lain

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Feature: Mati Surinya PTC

3 Februari 2023   15:15 Diperbarui: 3 Februari 2023   15:14 867
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Terlihat gedung pusat perbelanjaan tua yang sebelumnya dikenal dengan Pulogadung Trade Center (PTC). Sore ini, pengunjung mall terlihat sepi. Alunan musik yang menggema dari pelantang suara di lantai satu. Suara yang keluar  dari pelantang suara tersebut memecah belah kesunyian gedung.

Bangunan melingkar ke atas yang dihiasi lampion sehabis perayaan imlek. Panggung bertuliskan logo PTC tampak sepi hanya seperti pemanis mata saja. Bangku-bangku berjejer kosong tidak ada yang menempati.

Kios-kios tampak berjejer dengan rolling door tertutup. Di depan sejumlah kios tertulis "Kios ini disewakan", bahkan kios tersebut disewakan dengan harga murah. Toko yang terbuka hanya terhitung jari saja yang bisa dinikmati sepanjang mata memandang.

Sebelum masa pandemi banyak kios yang tutup lantaran mall tersebut sepi pengunjung. Ditambah dengan munculnya pandemik, semakin banyak kios yang memilih untuk menutup toko karena tidak mampu membayar biaya sewa tempat. Keadaan seperti ini sudah berlangsung lama sebelum dan sesudah pandemi.

Ali Koswara (38) merupakan salah satu pemilik kios Ali Cell mengatakan "Dulu sebelum pandemi emang banyak toko yang udah tutup mungkin gara-gara sepi pengunjung kali ya. Ditambah lagi pas pandemi, karena pemberlakuan aturan mall dilarang buka, akhinya lebih banyak toko tutup dari sebelumnya" ujar Ali seorang pemiliki kios (25/01/2023).

Dalam suasana yang agak suram, pengelola toko tetap bersemangat menebar senyum dengan harapan pengunjung mampir, sekadar melihat atau syukur-syukur membeli produk. Pemilik toko  masih percaya kejayaan Pulogadung Trade Center (PTC). Kegemilangan pernah hadir disini pada tahun 2017 kebawah.

Adapula bekas Ramayana yang kini kosong terbengkalai, lampu penerangan dimatikan sehingga menyebabkan situasi yang kosong dan hampa. Tidak hanya itu, ditemukan juga beberapa langit-langit yang bolong serta kabel-kabel yang menggantung dari area langit-langit. Tutupnya Ramayana tersebut berimbas pada sepinya pengunjung yang datang.

Lantai pusat perbelanjaan terlihat kotor dengan sampah plastik kecil dan debu. Seorang petugas kebersihan kerap membersihkan sampah-sampah yang berserakan di lantai pusat perbelanjaan. "Ya begitulah mas, orang-orang mungkin berpikiran gapapa kali buang sampah sembarangan di mall ini yang seperti gedung tua terbengkalai. Padahal kebersihan harus selalu dijaga dimana pun kita berada" ucap Irfan Maulana (27) seorang petugas kebersihan (25/01/2023).

Fasilitas mall yang kurang baik juga membuat pengunjung enggan berlama-lama di mall tersebut. Pencahayaan yang tidak terang dengan dinding kusam menguatkan kesan tua yang tak terawat.

Tangga berjalan yang tidak berfungsi menyulitkan para pengunjung harus berjalan kaki menaiki tangga berjalan untuk naik ke latai atas. Selain itu, fasilitas toilet yang terlihat tidak terawat layaknya wc umum di pasar. Bangunan toilet yang tua seperti toilet dulu juga menguatkan kesan tidak terawat.

Lanjut Irfan "Namanya bangunan tua mas, fasilitas yang ada udah jadul semua. Gak mungkin juga bangunan tua fasilitasnya masih bagus. Memang harus ada renovasi besar-besaran" ujar Irfan Maulana (27).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun