Masih ada Raisa yang cantik dan pintar itu, juga Anya Geraldine dan Erika yang seksi dan menantang. Ah...
Konon tiiket nonton langsung di arena sudah terjual habis dalam waktu tidak sampai setengah jam.
Saya pun langsung membuka laptop biar bisa lebih jelas dan nyaman dibanding pakai HP. Resolusi youtube langsung saya tingkatkan. Yah, mumpung isteri dan dua anak perempuan saya sedang ber-girls time di kamar sebelah, boleh dong saya ber-boy time...
Ah sudah satu set berlalu rupanya, saya ketinggalan. Viewer siaran saya lihat sudah 300 ribu lebih. Ramai sekali arena...
Dan, ada Ricky Subagja dan Trikus, dua legenda bulutangkis Indonesia bertindak sebagai wasit.
Ada pula Taufik Hidayat yang konon katanya sebelumnya tidak pernah mau jadi komentator di TV manapun. Juga Coach Justin menemani Taufik sebagai komentator. Ini juga seru, juara dunia badminton bersama pundit bola bermulut tajam yang gak tau badminton sama sekali.
Desta bertindak sebagai pembawa acara dengan komentar-komentar spontannya. Taufik dengan santai menceritakan pengalaman badmontonnya dan Coach Justin yang selalu ketawa dan tetap bisa memberi komentar berdasarkan analisia keilmuan olahraga yang ia punya. "Menurut gue..." gitu kira-kira si Coach ini dalam memberi analisis.
Pertandingan cewek-cewek lalu selesai, dimenangkan Hesti/Erika. Ada prosesi pengalungan medali layaknya Olimpiade. Coach Justin dan Taufik yang memberi medali.
Selanjutnya iklan.
Saya lalu mematikan laptop mau tidur, capek.
Namun, anak saya yang berumur 9 tahun keluar dari kamarnya sambil menunjukan adiknya dan mamanya sudah pada tidur.