Di SMK Al-Hasra, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga tentang membangun hubungan personal yang mendalam dengan siswa. Dengan pendekatan personal touch, guru berperan aktif dalam mendampingi siswa merencanakan masa depan mereka, baik melalui pemilihan tempat PKL yang relevan maupun membantu mereka mempersiapkan langkah pasca kelulusan. Pendekatan ini menjadi bukti komitmen SMK Al-Hasra dalam mencetak generasi yang percaya diri dan siap bersaing.Â
1. Konseling Spesifik: Menyentuh Impian SiswaÂ
Di SMK Al-Hasra, guru BK dan wali kelas tidak hanya sekadar mendengarkan, tetapi juga mendalami mimpi setiap siswa. Dalam sesi konseling yang hangat dan penuh perhatian, siswa diajak untuk berbicara tentang keinginan mereka secara spesifik.Â
Jika siswa bermimpi PKL di Telkom, guru akan membantu mereka mengidentifikasi divisi yang cocok, misalnya teknisi jaringan atau layanan pelanggan, lalu memfasilitasi komunikasi dengan pihak perusahaan.Â
Jika siswa ingin melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia (UI), guru akan mengarahkan siswa untuk mendapatkan pengalaman PKL di lingkungan kampus UI, seperti di perpustakaan, laboratorium, atau divisi administrasi, sehingga mereka lebih siap menghadapi seleksi masuk.Â
2. Penempatan PKL yang Tepat SasaranÂ
Hasil konseling menjadi acuan guru dalam menentukan tempat PKL siswa. Tidak ada pendekatan "satu ukuran untuk semua"; setiap siswa ditempatkan di lokasi yang sesuai dengan cita-citanya.
Contohnya:Â
Siswa dengan minat di dunia IT akan diarahkan ke perusahaan teknologi besar, seperti Telkom atau start-up lokal, untuk mendapatkan pengalaman nyata di bidang tersebut.Â
Siswa yang ingin masuk jurusan hukum di perguruan tinggi akan ditempatkan di kantor pengacara atau lembaga pemerintah untuk memahami dunia kerja di bidang hukum.Â