Mohon tunggu...
Yana Haudy
Yana Haudy Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Ghostwriter

Pekerja sektor informal. Tukang ketik di emperbaca.com. Best in Opinion Kompasiana Awards 2022

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Kamulah Alasan Aku Tak Bisa Marah

10 Januari 2021   20:25 Diperbarui: 10 Januari 2021   20:29 623
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: pixabay.com/magee

Kamu pasti hafal suara air keracak turun dari tawang dengan panah kelodan yang menggelegar? 

Itulah kamu, menyebalkan, tetapi menyenangkan, membuatku lelap di peraduan padahal kamu pasai mengesalkan memengkalkan sampai ke tulang. 

Kamulah alasanku tak bisa marah. Mana bisa aku murih meski perih mendidih tiap kau hantam sanubari dengan cakap pribadi yang aku kirim bagai abdi.

Kamulah alasanku untuk tetap tersenyum karena namamu saja menggegarkan atma menusuk sukma, apalagi kau punya roman yang rupawan. Terima kasih kepada ayahmu yang memberimu asma itu.

Catur wulan bersapa kamu sering membuatmu resah, kelusuh-kelasah, pun gelisah karena kamu sering menghantar aura amora.

Catur wulan jua terpanting sindiran, rayuan, dan ocehan yang mendesakku agar meradang. Tapi, mana bisa aku marah padamu. 

Kamu itu candu makanya aku tetap rindu.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun