Kenangan Masa RemajaÂ
" Meniti Impian Saat Masih Ingusan"Â
Sebatas kenangan kala remaja memang indah nian kala dikenang. Dan sangat susah sekali, untuk dilenyapkan dalam ingatan kita. Meski hanya sebuah goresan keindahan. Tetapi penuh dengan cerita impiaan ambisius pada saat itu.Â
Ingusan bisa dikata demikian. Badung, jail, pintar bodoh. Sok-sokan ala jaman usang, adalah sebuah bumbu penyedap pada masanya. Asik juga sih, kala dikenang, sehingga kita, seakan-akan larut terbawa arus dan masuk kembali lagi pada masa-masa tersebut.Â
Dimana, episode demi episode tersusun rapi dan lancar saat kita mengingatnya. Serta cerita kelucuan, kemarahan dan  sebagainya. Tergambar sangat jelas sekali, kadang juga di iringi gelak tawa kala teringat sesuatu momen tertentu.
Lucu juga sih, saat kenangan itu sendiri dipaksa hadir kembali. Dan didengarkan bersama teman-teman kita. Jelas Masa-masa itu, memang sangat lah indah nian untuk dikenang. Apalagi kalau ditambah serbuan kenangan cinta monyet jaman jadul. Gelak tawa pasti tak bisa dihindarkan lagi.
Dimana secarik kertas berbau wangi bergambar kartun, menjadi andalan pamungkas kita, kala mengungkapkan sebuah perasaan cinta tersembunyi, pada seorang cewe cantik.Â
Tentunya sangat beda sekali dengan jaman sekarang. Yang tinggal pencet telepon, ketik sms dan ketik watshapp semua pasti beres. Sebab, sekarang semuanya serba canggih dan cepat. Terutama media sosial yang dipenuhi berbagai macam fasilitas untuk berkomunikasi.
Tetapi jaman jadul, memang sangatlah mengasikan sekali. lantaran semuanya menonjolkan Eksistensi diri dalam realita kehidupan masa itu, untuk mendapatkan kepastian masa depan.Â
Yakni kehidupan sekarang ini, yang mana menjadi tua adalah sebuah kepastian dan menjadi dewasa merupakan sebuah pilihan. Sehingga, sekarang kita hanya bisa mengenang kehidupan remaja, yang dipenuhi dengan segudang permasalahan dan romantikanya.Â
Karena sekarang, jamanya sudah berbeda. Begitu pun perangai kita, prilaku kita dan watak kita pun, jelas harus berubah. Dan Pola berfikir, juga harus selaras dengan kebutuhan kita. Â Yang mana, memandang sesuatu di ukur dengan tingkat kematangan tinggi. Lantaran Bukan jamanya ala anak remaja yang hanya tinggal minta saja.