Mohon tunggu...
Yamsasnita Wati
Yamsasnita Wati Mohon Tunggu... Lainnya - mahasiswa

penulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mencegah Pengikisan Etika pada Milenial

21 Juni 2021   16:50 Diperbarui: 21 Juni 2021   17:05 147
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini. Namun, para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya. 

Masa remaja adalah masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimulai antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun yaitu menjelang masa dewasa muda yang dimana seseorang mencari jati dirinya dengan membangun identitas ego diri sendiri. 

Pada masa remaja seorang anak akan mengalami masa pubertas, dengan demikian anak akan lebih menunjukkan perkembangan biologisnya. Pada saat inilah remaja harus mendapatkan perhatian yang kuat dari keluarga dan masyarakat sekitar. Karena dizaman modern ini yaitu saat anak-anak generasi milenial menjadi remaja disinilah sering terjadi penipisan moral mereka. padahal merekalah yang akan menentukan baik buruknya suatu bangsa.

Sesuatu yang sering terjadi pada remaja generasi milenial, salah satu sisi negatifnya banyak meniru gaya hidup orang barat yang notabenya tinggal dikota metropolitan dan semua fasilitasnya tercukupi. Bahkan mereka yang hidupnya di desa pun juga mengikuti gaya orang barat tersebut baik mereka yang lahir dari keluarga sederhana maupun menengah kebawah. 

Mereka lebih mengikuti trend mode di masa sekarang, setiap ada model baru mereka harus mengikutinya dan apabila tidak, mereka takut untuk dikatakan jadul atau kudet. 

Sebagaimana contoh berpakaian orang-orang luar negri dan juga para pemain film di televisi yang kelihatannya kurang layak untuk dipakai karena pakaian tersebut kelihatanya terlalu seksi. Biasanya yang menjadi korban dalam berpakaian kurang layak ini adalah dari kalangan wanita.

Generasi milenial selalu dikaitkan dengan teknologi, semakin canggihnya teknologi maka semakin rusaknya moral dan etika. Hal tersebut seharusnya baik, tetapi dari diri remaja sendirilah yang salah menggunakan fasilitas yang ada. Dan kurangnya akan benteng keimanan sehingga bukannya malah menjadi baik tetapi malah merusak moral kita. 

Memang tidak ada salahnya jika mereka semua menikmati perkembangan yang begtu canggih. Semua alat-alat elektronik serba ada mulai dari smartphone, Hp, laptop dan lain sebagainya. 

Semua alat tersebut memudahkan kita untuk berkomunikasi, membantu mngerjakan tugas, mencari berita dan lain sebagainya. Apabila kita salah menggunakan alat-alat tersebut dan terjerumus dalam hal-hal yang negatif maka rusaklah moral dan etika generasi bangsa kita.

Kerusakan moral akhir-akhir ini sangatlah tampak di negara kita, banyak faktor yang menjadi penyebab kerusakan moral seperti gaya hidup remaja kekinian biar semakin hits tanpa memperdulikan etika, moral, budaya, agama dan adat istiadatnya. Selain itu ada juga perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh para remaja yaitu bolos sekolah, bullying, tawuran dan minum-minman keras. 

Penyebab anak melakukan hal tersebut yaitu pengaruh dari teman dan itu menjadi penyebab utamanya karena biasanya anak apabila tidak mau meminum-minuman keras maka teman tersebut mengatakan "Banci, cemen" dan lain sebagainya itu kepada seorang remaja yang tidak mau meminum-minuman keras tersebut dan itu akan menjadikan remaja tersebut memberontak dan akhirnya masuk kedalam kenakalan remaja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun