Mohon tunggu...
Mariam Umm
Mariam Umm Mohon Tunggu... Administrasi - Ibu 4 anak

Ibu Rumah Tangga

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Ketika Anak Tak Mau Lepas dari 'Barang Kesayangan'

15 Desember 2015   14:32 Diperbarui: 16 Desember 2015   12:00 446
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bungsu saya, punya barang kesayangan, comfort item, yang dia bawa kemana mana, barang kesayangannya itu, adalah guling kecil yang dia punya sejak di bayi.

Si Guling, yang dia beri nama ' Mister Dinosaur'

Cute, menggemaskan?

Iyaaa, memang kedengerannya cute, tapi percayalah, barang kesayangannya itu, beberapa waktu lalu tak lagi kami temukan sebagai sesuatu yang menggemaskan, sudah masuk taraf barang yang mengganggu malahan. Begini ceritanya.

Dave, sudah hampir 4 tahun, dan tahun depan dia sudah mulai masuk TK nol kecil, dan dia memang beneran bersemangat sekali saat tau, tak lama lagi akan mulai sekolah, tentu saja ini membuat kami senang, tapi rasa senang langsung turun derajatnya, saat dia  bilang : ' Aku mau Mister Dinosaur ikut ke sekolah juga, horeeee!!!!'

Aduhhhh,

Lagi lagi Si Mister Dinosaur, Si Tuan Dinosaurus ( yang sama sekali tak berbentuk Dinosaurus)

Guling kecil tua, yang sudah gak bisa lagi disebut guling karena sudah beneran kempes, dan penuh jahitan sana sini. Hampir tak pernah lepas. Selalu dia bawa kemana mana dan nempel dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi, kadang membuat saya geleng kepala bingung, karena  dipastikan dia akan rewel semalaman, saat tak menemukan si guling tidur bersamanya.

Saya sudah beberapa kali mencoba 'melepaskan' ketergantungannya dengan si guling, mulai dari umur dua tahunan, tapi yaa itu gagal karena saya tak tega mendengar suara tangisan dan rengekkannya. Saat kami pulang kampung, guling tua itu pernah dengan sengaja saya tinggal. Dave menyangka si guling kami simpan di koper. Walau sepanjang perjalanan pulang dia terlihat gelisah, tapi dia tak menangis. Masalah baru timbul, saat kami bongkar koper, dan dia tak bisa menemukan si gulingnya.

Berulang kali dia menayakan dimana si guling, mencarinya di antara tumpukan pakaian kotor, dimana mana sekitar rumah, dan saat kami bilang si guling tertinggal di rumah nenek di Sydney, pecahlah tangisnya.

' I want my Mister Dinosaur, pleaseeeee, Moomyyy' begitu terus, yaaa ampun..mana tega dengernya... hingga akhrinya kami meminta Ibu mertua, mengirimkan kembali si guling lewat paket kilat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun