Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa, dua orang petinggi Polri yang kebetulan sama-sama berpangkat Irjen (Inspektur Jenderal) sedang tersandung kasus hukum. Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri divonis mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya sendiri.
Kasus Sambo itu turut menyeret nama seorang perwira tinggi Polri yang juga berpangkat Jenderal yaitu Brigjen Hendra Kurniawan. Pengadilan pun sudah menjatuhkan vonis untuk mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri tersebut yaitu 3 tahun penjara. Â
Sementara itu Teddy Minahasa terlibat dalam dugaan penyalahgunaan pengedaran narkoba. Teddy yang pernah menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat dan Jawa Timur sedang menjalani proses persidangan di pengadilan.
Dua kejadian beruntun ini sontak mencoreng nama baik insitusi Polri. Aparat kepolisian yang diberikan mandat untuk menegakkan hukum dan perundang-undangan di republik ini, justru menjadi pelaku pelanggaran. Tak tanggung-tanggung, pelakunya justru para pejabat yang bisa dikatakan mempunyai jabatan dan pangkat tertinggi di institusinya.
Tak bisa dimungkiri saat ini Kepolisian punya tugas maha berat untuk memulihkan nama baik dan citra institusinya di mata publik. Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum harus kembali diraih.
Apa jadinya jika publik (masyarakat) kita telanjur tidak percaya pada proses dan upaya penegakan hukum? Bagaimana pula penegakan hukum bisa berjalan sebagaimana cita-cita bersama jika institusi dan aparat penegak hukumnya saja sudah kehilangan wibawa? Â Â
Sambo dan Teddy pastinya memang bukan orang pertama (dan terakhir), pejabat tinggi Polri berpangkat Jenderal yang terlibat kasus hukum. Namun baiklah, kita tak perlu menyebutkannya lagi satu persatu.
Satu hal yang pasti bahwa sorotan publik ke Kepolisian bukan semata-mata dilandasi kebencian, melainkan kerinduan agar institusi ini tetap menjadi kebanggaan negara yang punya wibawa di mata rakyatnya bahkan dunia. Harus selalu diingat bahwa publik butuh Polri. Meskipun sempat ada nada-nada sumbang yang menuntut agar Polri dibubarkan, barangkali itu hanya ekspresi luapan emosi belaka.
Oase keteladanan
Polri juga sebenarnya punya figur dan tokoh yang meski punya pangat dan jabatan mentereng namun tetap berperilaku terpuji. Selain tidak terlibat pelanggaran hukum, mereka juga tetap memberikan sumbangsih penting bagi institusinya bahkan negeri ini.