Didalam sebuah komunitas baik di lingkungan kerja atau yang lainnya pasti kita temui rekan yang sangat idealis.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata idealis berarti orang yang mengejar cita cita atau pengikut aliran idealisme. Sedangkan idealisme sendiri berarti hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Idealis mungkin baik bagi orang yang bersangkutan namun belum tentu baikketika dihadapkan dengan sistem kerja yang dinamis. Sehingga cepat atau lambat akan ada gesekan- gesekan dengan atasan atau rekan kerja.
Karyawanyang terlalu idealis cinderung menuntut kesempurnaan di lingkungan kerjanya. Selalu berhasratmenuntut orang lain dan keadaan sesuai dengan keinginannya. Padahal hal ini bisa membuat rekan kerja “gerah” dengan sikapnya, dan menjadikan lingkungan kerja menjadi tidak nyaman.
Kesulitan lainnya yang dihadapi karyawan yang terlalu idealis adalah perasaan tidak bahagia dan ketidak puasan terhadap dirinya sendiri, keadaan dan orang lain sehingga hanya fokus pada memperbaiki orang lain dan keadaan tanpa adanya usaha instropeksi dan memperbaiki diri. Jika ini terjadi terlalu lama berakibat pada menurunnya prestasi kerja.
Idealis boleh namun tetap siap dalam menghadapi perubahan diluar kendali kita dan ikut ” menari” dalam perubahan itu agar bisa menangkap peluang adalah langkah yang bijaksana. Fokus pada apa yang bisa kita perbaiki dari diri kita dan apa yang ada dalam kendali kita serta selalu meningkatkan kompetensi akan membuat kita lebih cepat dalam menggapai prestasi kerja dari pada hanya berpusing ria dengan keadaan di luar kendali kita.
Oleh : Yannu feriadi
* Ringkasan materi siaran Wandira (Wawasan dan Informasi Pendidikan) bersama Kang Hari Santoso dari Insight Management setiap hari Senin Pukul 15.00 – 17.00 di www.rapendik.com
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H