Mohon tunggu...
Cicih Juarsih
Cicih Juarsih Mohon Tunggu... -

terus perbaiki diri dan berusaha menjadi yang terbaik

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Aku Sang Pecinta Nukleus

30 Mei 2012   13:42 Diperbarui: 25 Juni 2015   04:35 150
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Nukleus memegang kendali penting dalam suatu atom atau unsur. Nukleus kaya akan muatan positif. Apabila kita kekurangan hal-hal yang positif, dekatilah nukleus. Aku pun pikir begitu, aku selalu ingin mencintai nukleus. Aku hanya ingin memberi keyakinan bagi orang yang mempelajari kimia, kenapa manusia selalu bergantung terhadap makhluk lain, karena manusia tidak ada yang bermuatan netral.

Yah, memang betul ini dapat dilihat dari segi apapun. Misalnya, dari segi ekonomi yang mudah dipahami, orang yang kaya akan harta bisa dibilang memiliki banyak inti, alias inti kehidupan atau inti dari kebahagiaan (pandangan kebanyakan orang). Yah, orang kebanyakan mengira bahwa uang itu bisa menjadikan seseorang bahagia. Tapi saya yakin betul ada pun orang yang memiliki pandangan yang berbeda, dan memang jelas harus ada. Sebuah anomali dari pemikiran ini perlu diberikan apresiasi yang tinggi.

Disisi lain orang yang miskin atau tidak punya atau serba kekurangan, ia bisa disebut atau dianalogikan sebagai elektron, alias ia sangat membutuhkan muatan positif untuk menjadikan netral. Stabilitas dari kehidupan kan? Semoga orang kaya pun merasa kelebihan yah, supaya netralnya hidup dari tiap orang ini bisa dirasakan oleh setiap orang.

Aku pecinta nukleus karena aku ingin menjadi elektrofil, yang artinya suka akan elektron atau pecinta elektron. Dengan aku menjadi nukleofil suatu saat nanti aku ingin menetralkan elektrofil yang kutemui. Untuk saat ini aku baru menyumbangkan semampu apa yang aku punya. Tebarkanlah netralnya hidup ini kepada setiap orang yang anda temui di hidup ini.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun