Jangan takut juga kalau capres lain bersekutu dengan penyanyi lain, misalnya Iwan Fals atau group Slank. Percayalah, kedua penyanyi ini jumlah fansnya tidak banyak lagi. Iwan Fals yang fansnya didominasi orang doyan ngopi, sementara fans Slank pun pasukan Kecebong.
Kalau pun nanti lawan mengerahkan massa aksi 121 yang jumlahnya jutaan, jangan takut. Via Vallen cukup menyanyikan lagu yang judulnya "Polisi", dijamin yang lagi di Arab Saudi tidak berani pulang untuk memimpin aksi.
Belum percaya dan ingin membuktikan kekuatan Vyanisty? Cobalah naik bis jurusan Surabaya -- Jakarta. Ratusan bis yang mengangkut ribuan orang tiap harinya wajib memutar lagu-lagunya Via Vallen jika ingin mendapatkan penumpang. Kalau sudah jadi penumpang duduk yang manis saja, jangan sekalipun protes minta lagunya diganti, kalau tidak ingin dibuang di tengah jalan.
Masih kurang yakin? Mainlah ke Victoria Park di Hongkong saat hari minggu atau hari libur, terus kamu putar lagunya Via Vallen yang judulnya "Aku Cah Kerjo" dengan volume super tinggi, dijamin banjir tuh taman oleh air mata ribuan TKI Indonesia.
Masih tidak percaya juga? Baiklah, nontonlah pertandingan sepak bola antara Persis Solo lawan PSIM Jogja atau Persijap lawan PSS Sleman. Coba situ bawa poster gede bertuliskan "Via Vallen Pabu!" (Pabu dalam bahasa gaul anak muda Jogja artinya an****g), terus situ lari ke tengah lapangan. Tidak ada lima menit, kelar hidup loe!
Itulah kehebatan Via Vallen yang tidak dimiliki oleh tokoh politik mana pun di Indonesia. Dia juga mampu mempersatukan semua kalangan, mulai dari aliran sesat dengan aliran garis lurus, mama-mama muda bersein kiri belok ke kanan dengan abang ojeg, pengusung khilafah dengan Banser, Ahokers dengan massa 212, sampai musuh abadi Jokowers dengan Prabowers, mereka bersatu padu bergoyang menyanyikan lagu "Sayang".
Jadi, nikmat apalagi yang kau dustakan wahai capres Indonesiaku? Bersekutulah dengan Via Vallen, maka kau akan menang!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI