Mohon tunggu...
Jansori Andesta
Jansori Andesta Mohon Tunggu... Wiraswasta - aku anak ketiga dari pasangan hazairin dan sawati. dari tahun 2005 aku mulai menyukai puisi (baca n tulis puisi). dan saat ini menulis adalah pilihanku.

aku anak ketiga dari pasangan hazairin dan sawati. dari tahun 2005 aku mulai menyukai puisi (baca n tulis puisi). dan saat ini menulis adalah pilihanku.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Seusai Pesta

18 Juli 2023   04:10 Diperbarui: 22 Juli 2023   00:06 227
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi piring kosong. (Dok MaxPixel's contributors via bobo.grid.id)

nasi-nasi tersisa dan terbuang percuma
lauk-pauk tersisa dan terbuang pula tak terjamah
entah dari wadah-wadah utama
entah dari piring tetamu undangan yang mengambil porsi lebih, tapi
dimakan hanya sedikit saja, entah apalah maksudnya

di sana, di depan pintu yang terbuka
pengemis yang kelaparan bersama anaknya
lelah tengadah tangan mengharap iba tak diberi apa-apa
dengan alasan sekenanya "maaf belum bisa memberi apa-apa"

Muara Bangkahulu, 17 Juli 2023

Baca juga: Sebuah Bintang

Baca juga: Awan Hitam Itu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun