Mohon tunggu...
wildana azka aulya
wildana azka aulya Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

Mendengarkan musik, menonton film

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Senandung Hutan yang Hilang

21 Maret 2024   09:36 Diperbarui: 21 Maret 2024   10:02 69
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Senandung hutan ynag hilang bertema "deforestasi".

APA ITU DEFORESTASI?  

deforestasi adalah kehilangan tutupan hutan yang berubah menjadi tutupan lain, yang biasanya terjadi akibat aktivitas manusia seperti pembakaran hutan, pembukaan lahan, penebangan pohon ilegal dan tidak terstruktur, serta pemanfaatan area hutan untuk pertambangan, pengeboran minyak, dan pemukiman. Deforestasi dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi seluruh masyarakat dan negara, termasuk bencana alam, kepunahan flora dan fauna, pemanasan global dan perubahan iklim, dan terganggunya siklus air hutan.

Salah satu contoh bencana banjir di kalimantan selatan  akibat deforestasi,  namun tak hanya di kalimantan  jakarta juga sering terkena banjir.

Kalimantan sudah terkenal akan hutannya hingga kalimantan disebut sebagai paru paru dunia. Karna dulu 70 persen  terbesar di dunia ini adalah hutan hujan dunia namun sayangnya wajah hutan kalimantan ini berubah saat 40 tahun kemudian setidaknya ada 18,7 ha (hektar)  hutan yang gundul hal ini disebabkan oleh deforestasi, kebakaran hutan.

 Kebakaran hutan tidak selalu  terpengaruh dengan iklim tetapi ada campur tangan manusia disana,  data menunjukkan bahwa perkebunan  industri disana 170 persen (2000-2017) 88 persen diantaranya adalah kelapa sawit, industri sawit menyebabkan pengurangan kemiskinan di pelosok. 

Penduduk desa terpaksa kehilangan tanah yang tadi nya subur. Lalu,  industri sawit  juga menyebabkan pencemaran air (pupuk dan pestisida) tetapi perlu kita ketahui ternyata perkebunan  kelapa sawit tidak berdampsk buruk, karna untuk masalah hutan perusahaan CPO diwajibkan untuk perluasan hutan untuk menggantikan hutan yang telah dirusak, mereka tidak sepenuhnya  melakukan perusakan hutan. Jadi,  bisa  dibilang hutan yang hilang masih 9,7ha atau setara 2x ha luas pulau jawa.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun