Selamat hari Kartini emak esih. Umurmu memang sudah tak muda lagi. Namun semangat perjuangan Kartini Indonesia ada dalam jiwamu. Kini emak esih sudah berusia 90 tahun. Sebuah usia yang sangat jarang ditemui wanita Indonesia.
Emak esih cerita. Di zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia semua orang berjuang agar bangsanya merdeka. Mereka berjuang dengan caranya masing-masing.
"Kamu harus berani melawan penjajah. Emak esih sudah mengalami penjajahan Belanda, jepang dan tentara sekutu." Kata emak esih dengan penuh semangat 45.
Emak esih adalah istri seorang tentara nasional Indonesia. Pasukan siliwangi adalah tempat dimana suaminya mengabdi. Suami pertamanya gugur di Medan perang. Emak esih berjuang membesarkan semua anaknya.
Emak esih memang tak sepintar Raden Ajeng Kartini yang pintar menulis. Beliau hanya pintar memasak dan menyanyi. Masakannya Omjay suka sekali. Lagu kesukaannya suka dinyanyikan untuk anak dan cucu serta cicitnya.Â
Kalau emak esih sudah bernyanyi, semua orang terdiam dan menikmati suaranya yang merdu.Â
"Halo halo BandungÂ
Ibu kota periangan.."
Halo-halo Bandung adalah salah satu lagu kesukaan Emak esih. Beliau sangat bersemangat bila menyanyikan lagu tersebut.
Emak esih adalah sosok pejuang wanita yang masih hidup. Pejuang pendidikan untuk semua anaknya. Sekarang emak esih terbaring sakit di kota Bandung.Â