Mohon tunggu...
Widi Slay
Widi Slay Mohon Tunggu... lainnya -

Mantan editor Tribunnews.com, menikah dengan seorang warga AS, dan kini menetap di Glendale, Arizona, Amerika Serikat.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Berburu Bumbu Khas Indonesia di Amerika Serikat Jelang Lebaran

30 Juli 2014   16:16 Diperbarui: 18 Juni 2015   04:51 111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Parenting. Sumber ilustrasi: Freepik

[caption id="" align="aligncenter" width="720" caption="Bumbu khas masakan Indonesia yang dijual di sebuah toko Asia di Sarasota, Florida, AS. (photo credit: Widiyabuana Slay)"][/caption] Tinggal di negeri orang memang terkesan gampang-gampang susah. Dari kacamata orang kebanyakan mereka akan bilang,” wow enak ya tinggal di Negeri Paman Sam”. Padahal dukanya kadang-kadang saat jelang lebaran kangen masakan khas Indonesia sungguh tak bisa lagi terhindarkan.

Meski sudah terbiasa dengan pola hidup dan juga makanan ala Amerika Serikat (AS) sejak menetap di Negeri Paman Sam Februari tahun ini namun kerinduan akan masakan kaya citarasa seperti rendang, coto Makassar, mi titi, opor ayam, soto, bahkan penyedap masakan seperti kecap manis terus membuncah.

Di kota tempat saya menetap, Key West, sungguh sulit menemukan toko Asia. Mungkin karena kebanyakan adalah imigran keturunan Hispanik -mereka menggunakan bahasa Spanyol saat berkomunikasi-. Kesempatan untuk mencari bumbu khas Indonesia terbilang kecil kecuali jika memesannya secara online. Walau sudah terbiasa berbelanja secara online di eBay dan Amazon serta sejumlah situs berbelanja lainnya namun masih ada ketakutan untuk berbelanja di situs yang belum diketahui kredibilitasnya.

Pekan lalu, setelah melakukan satu dari banyak tahapan proses imigrasi ke AS, di Miami, saya dan suami bertolak ke Sarasota, sebuah kota yang masih berada di negara bagian Florida.

Jarak Miami ke Sarasota sekitar 368 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 3 jam 19 menit. Kami tiba di tempat tujuan sekitar empat jam setelah tersesat beberapa kali dalam perjalanan. Hari kedua saat tiba di rumah tante dan paman dari suami saya, Jim, kami kemudian menyusun rencana mencari bumbu khas Indonesia.

Alangkah gembiranya hati saya saat kami singgah di sebuah toko dan bertuliskan “Oriental Food and Gift Store”. Penjaga toko bernama Sue Kim, keturunan Korea, menyambut kami dengan ramah dan segera menunjukkan lokasi bumbu khas Indonesia.

Mata saya terbelalak karena tidak percaya. Kecap manis ABC terpajang manis di rak lalu sambal ulek terasi, sambal bajak, bumbu gado-gado pun tak ketinggalan. Sementara di rak lain tersusun rapi bumbu instan merek Indofood mulai dari kari, rendang, sambal goreng, soto ayam, opor, hingga nasi goreng.

Tanpa banyak cakap, saya segera mengambil bumbu-bumbu itu bak orang kesetanan. Meski terbilang mahal contohnya kecap manis dibanderol dengan harga USD 4,99 atau sekitar Rp 58 ribu per botol, namun itu tak menghalangi niat saya untuk memasukkannya ke troli belanja.

Suami saya juga ikut membantu memilih beberapa bumbu demikian juga tante dari suami saya yang akrab kami panggil Aunt Trudi. Setelah lelah berputar-putar selama hampir satu jam, saya memutuskan untuk mengakhiri aksi memborong karena tidak menemukan lagi bumbu yang saya idamkan selama ini. Total belanjaan kami mencapai USD 90 atau sekitar Rp 1.044.000,00. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Jika selama ini Anda menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati masakan khas Indonesia, maka mari segera memberikan apresiasi karena ada masa di mana Anda akan merindukannya seperti yang saya alami sekarang ini.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun