Mohon tunggu...
Widya Silaban
Widya Silaban Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Haloo!! Salam kenal buat semua yang baca. Semoga suka dan bermanfaat. Salam dari Widy mahasiswa yang sedang berjuang di jurusan Ilmu Komunikasi

Selanjutnya

Tutup

Film

Mengenal Budaya Batak Lewat Film "Toba Dreams" (2015)

14 Oktober 2020   20:12 Diperbarui: 14 Oktober 2020   20:15 116
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kalian pasti pernah dengar kalo orang batak sifatnya keras? Atau kalian punya teman orang batak yang dekat dengan kalian?

Yuk mengenal budaya batak yang ditampilkan dalam Film Toba Dreams.

Toba Dreams merupakan film karya Benni Setiawan yang diadaptasi dari novel karangan T.B Silalahi. Film yang dirilis tahun 2015  ini berhasil masuk dalam kategori film  terbaik dalam penghargaan Festival Film Indonesia.

Film ini menampilkan bagaimana kehidupan sehari-hari keluarga batak. Film ini diawali dengan purnabakhtinya Sersan Mayor Tebe yang kembali ke kampung halamannya di Toba Samosir, Sumatera Utara.

Sersan Mayor Tebe memiliki 3 anak yaitu Ronggur Samurung dan Taruli. Ketiga anak ini diberi nama yang sangat kental dengan suku batak. Dalam film ini juga dapat dilihat bagaimana mereka tinggal di Rumah Bolon yang merupakan rumah adat batak.

Kehidupan sehari-hari masyarakat Batak di Toba Samosir juga ditampilkan dengan baik dalam film ini. Bagaimana masyarakat sekitaran Danau Toba yang mandi di danau tersebut hingga pekerjaan masyarakat di sana yang bekerja sebagai petani.

Sersan Mayor Tebe ditampilkan sebagai seorang ayah yang tegas kepada anak-anaknya. Orang batak yang identik dengan orang-orang yang keras terlihat dari bagaimana cara Sersan Mayor Tebe mendidik anaknya. Sebagai seorang ayah ia berusaha untuk menjadikan anak-anaknya sebagai anak yang disiplin.

Ronggur yang merupakan merupakan anaknya yang paling keras kepala dan pemberontak. Sebagai anak laki-laki pertama, ia diharapkan untuk dapat menjadi penerus keluarga yang dapat mengharumkan nama keluarga. Ia dituntut untuk harus meneruskan tradisi keluarga yaitu menjadi seorang pendeta.

Selain itu, dalam film tersebut menampilkan kekayaan alam yang ada di Toba Samosir. Bagaimana bikit-bukit yang indah dan pegununang yang sejuk. Film ini juga menampilkan bagaimana budaya orang batak yang sangat gemar menyanyi dan berkumpul bersama.

Film ini berhasil mengemas Budaya Batak dalam hal yang cukup menarik.

Selain menampilkan tentang budaya batak, film ini juga memberikan pelajaran yang baik bagi setiap penontonnya. Bagaimana keluarga mereka yang memiliki agama yang berbeda mampu untuk saling menghargai satu dengan yang lain. Perbedaan bukanlah menjadi hal yang perlu untuk dipermasalahkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun