Mohon tunggu...
Widi The Great Gubernur Roma
Widi The Great Gubernur Roma Mohon Tunggu... -

Seorang laki-laki yang memiliki tingkat keasalahan 0,000001% dan Seorang yang memiliki gelar The Great.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pasrah, Apa Itu??

23 November 2010   11:14 Diperbarui: 26 Juni 2015   11:22 1332
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Saya ingat suatu kali saya pernah berdebat dengan om saya mengenai makna pasrah dan cara menyikapinya. Saya mengatakan kepada om saya bahwa manusia yang pasrah adalah manusia yang pemalas dan gagal. Tentu saja karena arti pasrah yang saya definisikan adalah tidak melakukan apa-apa dan hanya menunggu sebuah keajaiban.

Tapi apa jawaban dari om saya?? Dia mengatakan bahwa orang yang pasrah itu adalah orang yang tdak mengenal Tuhan. Woooo.. Kenapa memangnya?? Jadi menurut om saya seperti ini, orang yang kenal dengan Tuhan pastilah menganggap dirinya bukan orang kuat tetapi hanya manusia biasa yang lemah dan tidak luput dari kesalahan.

Manusia sering kali beranggapan jika pasrah adalah hal yang harus dihindari dari kehidupan untuk meraih kesuksesan. Nyatanya pasrah adalah sebuah wujud cinta dan bakti kita terhadap Tuhan yang maha Esa.

Misalkan, Anda mengalami sebuah sakit keras, anda sudah berusaha sedemikian rupa dari mulai berobat kedokter biasa sampai dengan mencari dokter dengan tenaga ahli. Setelah itu apa tindakan anda? Jawabnya hanya satu! PASRAH! Ya.. benar setelah anda berusaha dengan maksimal yang meibatkan semua tenaga dan pikiran anda, berikutnya yang perlu anda lakukan adalah menyerahkan semua hasilnya kepada Tuhan YME sembari terus memanjatkan doa dan bersyukur.

Jika anda selalu beranggapan bahwa pasrah adalah hal yang tidak perlu dilakukan sebaiknya anda pikirkan lagi. Dengan pasrah berarti anda menyerahkan segala daya upaya anda kepada Tuhan YME. Anda dengan demikian tidak pernah merasa menjadi manusia yang bisa melakukan segala-galanya sendirian karena ya memang begitu adanya kita hanya manusia biasa, makhluk yang membutuhkan bantuan dari orang lain dan tentu saja Tuhan YMK.

Jadi pada intinya ketika anda sudah melakukan segala macam usaha dan mengerahkan semua yang anda punya, yang mesti anda lakukan berikutnya adalah berdoa dan berdoa meminta bantuan Tuhan Yang Maha Kuasa. Setelah itu anda hanya bisa menyerahkan semua hasilnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena hanya Tuhan yang memberikan izin terhadap apa-apa yang terjadi didalam diri kita, percayalah tanpa izinnya kita tidak bisa seperti sekarang.

Jadi mulai saat ini pasrahkanlah semua yang anda lakukan kepada Tuhan dan yakinlah bahwa Tuhan akan membatu umatnya sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh umatnya.

Sumber: http://winatajournal.blogspot.com

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun