Libur akhir tahun 2020 sudah dekat. Meskipun dalam suasana pandemi Covid-19 yang disertai berbagai pembatasan agar tidak terjadi ledakan kasus baru, disinyalir sebagian masyarakat akan tetap menggunakan momen libur dan cuti bersama untuk melakukan perjalanan jauh.
Ada yang mudik, ada pula yang sengaja pergi berwisata. Nah, jika tidak waspada, momen ketika banyak rumah kosong ditinggalkan penghuninya bakal menarik minat para pelaku kejahatan untuk mengambil kesempatan.
Masih teringat jelas dalam ingatan saya ketika libur akhir tahun sekira 3 tahun yang lalu, terjadi peristiwa pencurian yang menguras isi rumah salah satu tetangga saya yang sedang kosong tanpa penghuni karena ditinggal mudik. Bisa jadi si pencuri sudah mengamati lingkungan kami selama beberapa waktu sebelum melancarkan aksinya.
Lantas bagaimana agar aman meninggalkan rumah tanpa penghuni selama beberapa hari?
Pastikan kunci rumah aman
Jangan buru-buru meninggalkan rumah ketika hendak berangkat. Pastikan setiap pintu kamar, jendela dan pagar terkunci. Jadi tak hanya pintu depan rumah saja. Langkah ini setidaknya juga akan merepotkan dan menguras waktu pencuri andai mereka berhasil masuk ke dalam rumah kita.
Khusus bagi rumah yang baru dibeli atau baru dibangun, sebaiknya ganti seluruh kunci yang didapatkan dari pihak sebelumnya. Hal ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan duplikat kunci oleh pihak-pihak lain yang biasanya tidak diperkirakan, misalnya oknum tukang bangunan, oknum mandor atau oknum dari pihak developer.
Simpan barang berharga di tempat aman
Pencuri spesialis rumah kosong biasanya akan mengincar barang-barang berharga yang mudah dibawa seperti perhiasan, uang tunai, gadget, surat berharga seperti BPKB dan sertifikat tanah, serta barang-barang branded seperti tas, sepatu dan sebagainya.
Terhadap barang-barang jenis itu kita harus cermat menyimpannya. Kalau tidak bisa menitipkannya di bank atau pegadaian, tentu kita harus pandai-pandai menyimpan di sudut rumah yang paling tidak terpikirkan oleh orang lain. Berpikirlah di luar kebiasaan, misalnya menyimpan kalung emas di dalam tempat bumbu dapur saat meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Hindari ceroboh dan merasa tidak akan ada orang yang bisa menyelinap masuk rumah anda. Kecerobohan yang kerap terjadi misalnya meninggalkan laptop di atas meja kerja, atau meninggalkan perangkat PS 5 yang baru dibeli di ruang keluarga. Hmm, pencuri mana sih yang tidak tergiur untuk membawa pulang PS 5?
Pasang lampu sensor cahaya di teras rumah
Salah satu penanda sebuah rumah sedang kosong ditinggal penghuninya adalah lampu teras yang menyala terus menerus siang dan malam. Pencuri akan menandai hal ini.
Solusi terbaik untuk hal ini adalah menggantinya dengan lampu sensor cahaya. Lampu jenis ini akan menyala ketika cahaya di luar rumah sangat minim, yaitu ketika sore menjelang malam ketika matahari mulai tenggelam. Sebaliknya, lampu ini akan otomatis padam ketika pagi menjelang karena cahaya matahari mulai terang.
Lampu jenis ini mudah sekali ditemukan di berbagai marketplace untuk dibeli.
Kerja sama dengan tetangga sekitar
Jika hendak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong selama beberapa hari, hendaknya anda bilang kepada tetangga yang bisa dipercaya. Setidaknya mereka akan lebih waspada dan ikut mengawasi keamanan di lingkungan sekitarnya.
CCTV jadi solusi?
Ada banyak orang yang mengira bahwa memasang CCTV di kompleks perumahan atau di rumah sendiri bakal menjadikan pencuri takut dan rumah jadi aman.
Eit, tunggu dulu. Sudah banyak kejadian kejahatan yang terekam kamera CCTV tetapi pada akhirnya pencuri tetap tidak tertangkap dan barang tetap raib di tangan mereka.
Beberapa waktu lalu beredar viral sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian di sebuah rumah kosong. Pelaku yang terdiri dari dua orang tersebut memakai atribut ojek online dan memakai helm agar wajahnya tidak dikenali. Identitas ojol seperti itu tentu bisa dengan mudah dimiliki siapapun.
Berdasarkan gerak-gerik yang terekam, mereka sepertinya sadar terekam kamera CCTV tetapi tetap tenang dalam melancarkan aksinya. Jadi sekali lagi keberadaan CCTV setidaknya hanya sebagai barang bukti tindak kejahatan, tetapi tidak terlalu efektif untuk pencegahan, terutama bagi pelaku kejahatan yang sudah lihai, memiliki jam terbang tinggi dan tentu saja: lapar!
Maka dari itu jangan lengah begitu saja karena merasa sudah memiliki kamera CCTV. Antisipasi dan kewaspadaan dengan cara-cara lain perlu juga dilakukan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI