Setiap hari Senin dipastikan menjadi hari paling sibuk bagi pengguna KRL Commuterline Jabodetabek, terutama saat pagi di jam sibuk. Tak hanya para pekerja yang ingin berangkat lebih awal di Senin pagi, banyak pula pekerja dengan pola berangkat Senin pulang Jumat malam yang ikut memadati kereta. Mereka inilah para penglaju mingguan yang punya tempat tinggal kedua di Jakarta, entah itu kos, apartemen atau justru menginap di tempat kerjanya.
Senin, 23 Juli 2018 pagi, tak lagi Senin yang sibuk seperti biasa. Senin pagi ini sudah menjadi horor bagi pengguna KRL Commuterline. Bukan karena kepadatan yang luar biasa (yang telah menjadi hal biasa), ataupun karena adanya keterlambatan kereta karena gangguan.
Seluruh stasiun KRL Commuterline hampir mengalami problem yang sama, yakni antrean panjang mengular untuk bisa masuk ke area stasiun. Akar dari permasalahan ini adalah pembaruan sistem ticketing yang memerlukan waktu. Alhasil tidak bisa digunakan kartu elektronik multitrip (KMT) maupun kartu pembayaran elektronik dari bank yang biasanya sangat mudah dipakai. Tinggal tap langsung masuk, tanpa harus antre panjang.
"Sebagai bentuk mitigasi pembaharuan sistem dan pemeliharaan e-ticketing, jika masih membutuhkan penyelesaian waktu maka untuk kelancaran mobilitas pengguna KRL pada Senin 23 Juli 2018 transaksi tiket KRL akan menggunakan tiket kertas," demikian pernyataan pihak PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) melalui akun twitter resmi @commuterline
Ternyata hari Minggu, 22 Juli 2018 kemarin permasalahan sudah muncul dan pihak PT. KCI masih bisa melayani penggunaan kartu harian berjaminan. Namun karena hingga Senin pembaruan sistem belum selesai maka diberlakukan penggunaan karcis kertas dengan harga 3 ribu rupiah untuk tujuan ke mana saja.
Kembali menggunakan karcis kertas mengingatkan kembali ke masa saat KRL belum tertata rapi baik sistem maupun pengelolaannya. Maka tak terelakkan jika antrean panjang terjadi di banyak stasiun.

Pantauan saya di Stasiun Bojonggede pagi tadi, masih banyak penumpang yang terkejut melihat antraen panjang untuk masuk stasiun. Meski sebelumnya via media sosial sudah beredar kabar yak mengenakkan ini, tapi kenyataannya kabar tersebut tak menjangkau semua kalangan penumpang.
"Bagaimana ini sih? Katanya sistem bagus kok jadi begini?" cetus seorang pria paruh baya yang baru tiba di area stasiun.
Wajar jika dia bingung dan marah. Orang yang baru datang ke stasiun dan mendapati antrean begitu panjang, pasti awalnya bingung mau antre di sebelah mana. Tidak ada petugas yang bisa ditanya di ujung antrean, karena semua petugas berada di posisi pintu masuk dan dekat loket.
"Ini beli tiket antre ke loket atau langsung antre di barisan yang mau masuk?" tanya seseorang.