Pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Holbota dan Desa Kawalo merupakan langkah maju yang signifikan bagi masyarakat setempat. Sebelumnya, warga harus menggunakan rakit buatan untuk menyeberang, yang tentunya tidak selalu aman dan nyaman. Inisiatif sebagian masyarakat untuk membangun jembatan ini patut diapresiasi karena memberikan kemudahan akses dan meningkatkan konektivitas.
Namun, adanya tarif yang dikenakan untuk kendaraan roda dua sebesar Rp 25 ribu dan roda empat sebesar Rp 50 ribu perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Meskipun tarif ini mungkin dimaksudkan untuk pemeliharaan jembatan, sebaiknya ada kebijakan yang lebih inklusif untuk memastikan tidak membebani warga lokal, terutama bagi mereka yang bergantung pada jembatan ini untuk kegiatan sehari-hari. Upaya untuk menemukan keseimbangan antara biaya perawatan dan aksesibilitas masyarakat sangat penting demi keberlanjutan jembatan tersebut.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H