Kita sering berpikir, jika kita mengikut Yesus hidup kita akan terus baik, enak, dan tidak ada masalah. Faktanya: Tuhan melakukan apa yang tidak kita pikirkan. Tuhan bekerja dengan banyak cara, bukan hanya dengan cara yang kita mau.
Dalam Mazmur 23, Daud menulis "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;" Namun, Daud melanjutkan, meski Daud ada di dalam lembah kekelaman, Tuhan tetaplah Gembala yang baik. Daud tetap peka pada tuntutan Tuhan dalam hidupnya.
Jangan mematok cara Tuhan dengan cara yang kita kehendaki.
2. Fokus yang keliru
Kita rutin berdoa dan ke gereja. Bahkan sampai menangis dan menjerit. Namun fokus kita pada masalah dan pergumulan. Kita sudah berdoa, tapi tidak mendengar apa kata Tuhan kepada kita.
Ini seperti orang tua yang menghadapi anak yang sedang rewel. Anak berteriak-teriak (tantrum), minta permen atau es krim. Kalau ibunya bicara saat anak berteriak-teriak, anak itu pasti tidak mendengar apa yang dikatakan ibu.
Bagaimana respons bijak sebagai orang tua? Menunggu anak tenang, lalu berbicara menjelaskan. Hal ini juga dialami istri bersama anak kami (3 tahun). Dengan tenang, istriku berkata, "Kalau kamu mau sesuatu, harus bicara, jangan menangis. Kalau menangis dan berteriak, mama tidak tahu kamu bicara apa."
Biasanya, hal ini berhasil. Anak tenang, barulah ia bicara mau apa. Demikian juga kita dengan Tuhan. Tuhan menunggu sampai kita diam, tenang, baru Tuhan akan berbicara.
Kembali pada pelatih renang. Sebenarnya, pelatih itu bukannya diam. Dia sudah bicara, tapi karena ibunya panik dan berteriak-teriak, sang ibu tidak mendengar perkataan pelatih.
Dalam kasus Musa, Tuhan seolah diam, bukan? Teganya, membiarkan Musa dihanyutkan di Sungai Nil dengan banyak ancaman. Padahal, Tuhan sudah merencanakan agar Musa nantinya bisa dididik, dilatih, dan dipersiapkan dalam istana Firaun.
Bagaimana Tuhan campur tangan?
Bisa saja, Puteri Firaun tidak melihat ada keranjang berisi bayi. Atau hari itu Puteri Firaun tidak mandi. Puteri Firaun tahu itu bayi orang Ibrani, tapi bukannya dibunuh, malah menunjukkan belas kasihan dan mengangkatnya menjadi anak. Siapa yang menyusui Musa? Melalui Miriam (kakaknya) yang mengikuti keranjang yang dihanyutkan, direkomendasikan ibu mandung Musa. Itu jelas adalah campur tangan dan penyertaan Tuhan.
Ada istilah "waktunya Tuhan". Saat kita berpikir Tuhan tidak melakukan apa-apa. "Saat-Ku belum tiba", kata Tuhan. Padahal, Tuhan bisa mengganti menjadi saat ini juga menurut kehendakNya.