Mohon tunggu...
Wanda Hanifah
Wanda Hanifah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mahasiswi literatur

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Peran Agama dan Pancasila Dalam Menjaga Keutuhan NKRI

27 Oktober 2022   21:17 Diperbarui: 27 Oktober 2022   22:22 567
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Sejak berdirinya kedaulatan republik Indonesia, banyak tokoh sosial dan politik berusaha keras menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Disamping itu, pada mulanya para pahlawan juang Indonesia pun berasal dari berbagai suku, kepercayaan, dan kebudayaan. 

Bagi umat beragama, Pancasila merupakan intisari ajaran semua agama. Bagi umat Islam, Pancasila berakar pada filsafat politik Islam yakni al-Farabi (870-950). 

Menurut al-Farabi, negara yang paling baik adalah negara yang dipimpin oleh para nabi. Namun, karena jumlah nabi itu terbatas, maka negara yang paling baik adalah yang dipimpin oleh para filosof karena mereka mewarisi sifat kenabian yaitu cinta pada hikmah/kebijaksanaan. 

Jika para filosof tidak ada, maka negara yang paling baik adalah yang dipimpin oleh orang yang memiliki sifat filosof yaitu cinta pada hikmah/kebijaksanaan. Bandingkan dengan sila ke-4 Pancasila. Anda akan menjumpai benang merahnya. Bagi umat Islam, Pancasila merupakan kalimatun sawa’ (statemen sama) bagi seluruh anak bangsa. 

Ia adalah ajaran Islam yang dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami seluruh anak bangsa tanpa melihat latar belakang suku, agama, dan ras-nya. Tanpa ada kemasan yang bisa dipahami oleh semua orang, sehebat apapun isinya, jangan harap ada kesepakatan. Tanpa ada isyarat yang bisa ditangkap, sehebat apapun cinta Anda, jangan harap dia akan mencintai Anda!

Namun, jika generasi Indonesia pasca 1945 gagal dalam menerapkan Pancasila dalam kehidupan bersama yang nyata terutama dalam bidang ekonomi dan politik, kegagalan itu akan memicu gerakan yang meragukan Pancasila. 

Beberapa gelintir manusia Indonesia baru menggugat relevansi Pancasila setelah tidak mereka temukan Pancasila dalam kehidupan nyata bahkan dalam wujudnya yang paling sederhana, yakni gotong royong. 

Pengaplikasian nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah negara adalah untuk menanamkan nilai-nilai Pancasilais dalam setiap diri bangsa untuk mencegah terjadinya konflik antar suku, agama, dan daerah serta menghindari adanya tindakan separatis untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Pemahaman nilai-nilai Pancasila akan menciptakan dan menumbuhkan jiwa persatuan dan kesatuan. Maka dibuatnyalah “Bhinneka Tunggal Ika” yang menjadi semboyan negara Indonesia dimana kalimat tersebut berartikan, “ Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Awal mula runtuhnya suatu negara bukan hanya disebabkan dari serangan luar (eksternal) melainkan dapat disebabkan juga dari internal (dalam negeri). 

Di mana suatu negara yang memiliki masyrakat yang mengalami perpecahan maka akan berdampak bagi ketahanan negara dan akan semakin mudah diserang dari luar. Negara yang memiliki masyarakat yang teguh bersatu padu maka akan sulit untuk dikalahkan. 

Negara yang memiliki syarat tersebut sudah menjadi negara yang berdominan di kanca Internasional, karena dampak dari persatuan tidak hanya berdampak kepada ketahanan negara namun juga dapat berdampak besar bagi ekonomi dan pembangunan negara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun